Operasi Pasar Bulog untuk Stabilkan Harga

Rudi Kurniawansyah
21/5/2018 03:40
Operasi Pasar Bulog untuk Stabilkan Harga
(ANTARA)

BADAN Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) menyediakan ribuan paket sembako murah sebagai upaya menstabilkan harga-harga bahan pokok pada bulan Ramadan ini yang cenderung naik.

"Kami menyediakan ribuan paket sembako murah untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran," kata Humas Bulog Divre Riau-Kepri Hendra Gunadi di Pekanbaru, kemarin. Ribuan paket sembako itu akan tersedia pada setiap bazar di setiap tingkat kelurahan dan desa di seluruh Riau.

Paket sembako murah yang disediakan terdiri atas daging beku 1 kg, gula manis 2 kg, dan minyak goreng 2 liter senilai Rp125.000 per paket. Paket kedua, beras 5 kg dan tepung terigu 1 kg cuma Rp55.500 per paket.

"Masyarakat dapat memilih mau berbelanja paket yang mana. Untuk harga, tentu relatif lebih murah dari pasar," jelasnya.

Sejauh ini, pasar paket sembako murah yang digelar Bulog mendapat sambutan positif dari masyarakat. Untuk itu, Bulog Riau mengajukan penambahan daging beku sebanyak 15 ton ke pusat.

Pantauan Media Indonesia di beberapa pasat tradisional menemukan bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok naik meski tidak signifikan. Di Brebes, Jawa Tengah, harga daging ayam bahkan tembus hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga telur dan daging sapi juga naik.

Pantauan di Pasar Induk Brebes, Tasikmalaya, kemarin, kenaikan harga tidak begitu signifikan, seperti telur ayam hanya naik Rp1.000/kg dari sebeluumnya Rp25 ribu/kg menjadi Rp26 ribu/kg. Menurut pedagang daging ayam, Ningsih, kenaikan harga tersebut sudah biasa terjadi setiap bulan Ramadan. "Apalagi nanti kalau mendekati Lebaran, masih bisa naik lagi," terang Ningsih.

Pedagang daging sapi, Farida, menambahkan naiknya harga daging sapi karena kebutuhan meningkat, banyak warga yang membeli untuk konsumsi baik untuk sahur maupun berbuka puasa.

 

Harga rempah

Memasuki empat hari puasa Ramadan kemarin, harga sejumlah rempah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ikut naik. Para pedagang Pasar Johar mengaku kenaikan harga bumbu masak itu bukan akibat banyaknya permintaan, tapi sudah terjadi di tingkat pedagang di pasar induk. "Ini memang dari pasar induknya sudah mahal," ujar seorang pedagang, Satrio Nugraha. Disebutkan, harga rempah seperti jahe Rp12 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp9.000. Kemudian, harga kencur Rp18 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp6.000.

Harga rempah dan sayuran sejak lima hari terakhir di Provinsi Aceh juga naik. Hal itu diduga karena permintaan meningkat saat menjelang dan awal Ramadan.

Di Kabupaten Pidie, misalnya, harga tomat dari sebelumnya Rp3.000/kg naik menjadi Rp6.000. Jahe dari Rp15 ribu/kg menjadi Rp19 ribu. Lalu bawang merah dari Rp26 ribu/kg naik menjadi Rp30 ribu.

Di pasar tradisional Kota Manado, Sulut, harga cabai merah dari sebelumnya Rp60 ribu/per kg naik cukup signifikan menjadi Rp90 ribu. "Begitu juga harga tomat dari Rp10 ribu naik Rp12 ribu per kg, bawang merah Rp44 ribu per kg dari Rp35 ribu," kata Ivon, seorang pedagang di Pasar Tradisional Bersehati, Manado, kemarin.

Berdasarkan pemantauan, persediaan bahan pokok seperti beras, mi-nyak goreng, dan gula pasir di pasar itu masih stabil.  (Tim Media/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya