Menhub Minta Pemudik Bijak Memilih Waktu Mudik

Nurul Hidayah
20/5/2018 21:35
Menhub Minta Pemudik Bijak Memilih Waktu Mudik
(ANTARA)

MENINGKATNYA arus mudik biasa terjadi pada tiga hari menjelang (H-3) dan H-2 sebelum Lebaran. Karena itu, pemudik diminta untuk berangkat sebelum puncak mudik tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat mengisi kuliah umum di Universitas Swadara Gunung Jati (Unswagati), Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/5).

"Bijak pilih hari. Lihat dari kepadatannya," ungkap Budi.

Trennya, lanjut Menhub, peningkatan arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2 sebelum Lebaran. Karena itu, ia meminta kepada calon pemudik untuk bisa memilih mudik di luar kedua hari tersebut.

"Bisa H-7 atau H-6," ungkapnya.

Selanjutnya, Budi kembali meminta kepada calon pemudik untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua atau motor.

"Angka kecelakaan motor saat mudik sampai 70%," ungkapnya.

Budi menyarankan agar menggunakan transportasi umum yang sudah disiapkan, mulai darat, udara, hingga laut. Motor, lanjut Budi, bisa diangkut baik melalui darat seperti kereta maupun menggunakan kapal laut. Sedangkan untuk kendaraan umum seperti bus, Budi juga meminta kepada Dinas Perhubungan di daerah dan kepolisian untuk melakukan rem cek.

"Bannya, remnya, spionnya, semua dicek," ungkap Budi.

Nanti kalau Lebaran tidak memakai tanda rem cek, maka angkutan umum yang bersangkutan tidak boleh beroperasi. Bahkan untuk pemudik yang menggunakan mobil pribadi juga disarankan untuk mengecek kesiapan mobil sebelum digunakan untuk mudik dengan jarak yang cukup jauh.

"Untuk udara, naik lebih kurang 9%," kata Budi.

Selanjutnya, Menhub kembali mengingatkan kepada pemudik untuk tidak mengandalkan jalur tol.

"Dengan melintasi jalan non-tol, maka bisa dihindari kepadatan di tol," ungkap Budi.

Terlebih, saat ini ruas jalan nasional kondisinya sudah mulus, sehingga pemudik disarankan untuk memilih alternatif dengan menggunakan ruas jalan nasional.

"Kepadatan akan lebih merata kalau dilakukan dua hal," kata Budi.

Yaitu pemilihan moda transportasi yang beragam, mulai dari angkutan kapal, kereta api, kendaraan umum, serta pemilihan waktu yang tepat yaitu tidak mengandalkan dua atau tiga hari sebelum Lebaran. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya