Rumah Dirusak, 23 Warga Ahmadiyah Diungsikan ke Polres Lombok Timur

Yusuf Riaman
20/5/2018 19:15
Rumah Dirusak, 23 Warga Ahmadiyah Diungsikan ke Polres Lombok Timur
(MI/Yusuf Riaman)

SEBANYAK 23 warga Ahmadiyah terpaksa dievakuasi ke Polres Lombok Timur pascapengrusakan rumah mereka oleh warga setempat di Dusun Lau Eat, Desa Greneng, Kecamata Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (19/5) siang kemarin.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, dan sekarang mereka sudah kita evakuasi sementara waktu di Polres," kata Kapolres Lombok Timur, AKBP M Eka Fathur R, kepada Media Indonesia, Minggu (20/5) malam.

Dikatakannya, ada sebanyak 8 rumah permanen penganut Ahmadiyah dirusak oleh warga sekitar yang tidak menginginkan adanya warga Ahmamdiyah di lingkungan setempat.

"Sebetulnya sejak 1990 masalah ini sudah ada," katanya.

Menurut Eka, setelah dievakuasi, selanjutnya mereka akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak yakni di Loka Latihan Kerja Kabupaten Lombok Timur.

"Sambil kita melakukan mediasi dengan warga setempat supaya kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.

Berkaitan dengan proses ibadah puasa seperti makan minum dan sahur mereka akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Semuanya akan ditalangi oleh Pemda," kata Eka.

Berdasarkan data lapangan yang diperoleh Media Indonesia, kronologi kejadian pada Sabtu (19/5) sekitar pukul 12.00 Wita sekelompok massa tiba-tiba merusak rumah warga yang diduga penganut Ahmadiyah.

Aksi dimulai dengan merusak rumah Idun di Dusun Greneng Timur, kemudian merusak rumah Amaq Us di Gubuk Greneng, dilanjutkan ke rumah Jainal Abidin, Jasman, dan Usnawati di Gubuk Grebek. Rumah Idun dan rumah Amaq Us rusak berat, kejadian berlangsung sangat cepat. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya