Terapkan Layanan dengan Aplikasi Online, Karangasem Raih Penghargaan

Ghani Nurcahyadi
18/5/2018 20:15
Terapkan Layanan dengan Aplikasi Online, Karangasem Raih Penghargaan
(Ist)

PEMERINTAH Kabupaten Karangasem kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) sebagai desa pertama yang menerapkan pelayanan kependudukan dengan aplikasi online jaringan tanpa internet yang disebut Smart Desa terletak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali.

Penghargaan rekor diserahkan langsung oleh Senior Manager Muri, Jusuf Ngadri, kepada Bupati Karangasem Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, serta dihadiri Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha, anggota Forkopimda dan anggota Komisi X DPR, Suparta Rudana, serta jajaran OPD Pemkab Karangasem di Objek Wisata Putung, Jumat (18/5).

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut, "Puji Syukur atas keberhasilan yang telah kami capai ini. Saat ini di era transformasi digital sangat memberikan peluang untuk kita dalam menyampaikan atau transaksi informasi yang bisa dilakukan secara singkat dari suatu wilayah ke wilayah lainnya di dunia, untuk itu program Smart Desa ini merupakan solusi bagi semua wilayah pedesaan di Indonesia," ujar Mas Sumatri, Jumat.

Program pelayanan kependudukan dengan aplikasi online tanpa internet atau Smart Desa merupakan solusi Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam memajukan desa-desa di Karangasem.

"Kemajuan teknologi di zaman sekarang ini sangat penting bagi pembangunan desa seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-undang tentang desa. Pemerintah desa sebagai aktor penting dalam pembangunan di Indonesia ke depan, senantiasa bisa menjawab begitu pentingnya teknologi," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam membangun Smart Desa atau Desa Cerdas tidak semata-mata terbatas pada kecanggihan ICT (Information, Communication dan Technology) saja, tetapi yang lebih utama dan perlu ditekankan adalah bagaimana konsep konsep Smart Desa ini bisa mengubah kapasitas masyarakatnya dan tata cara mereka berinteraksi.

Program Smart Desa Pemkab Karangasem adalah jawaban dari kemajuan teknologi dan informasi yang memiliki tujuan memberikan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Hal tersebut diharapkan mampu mendorong kemajuan Desa dalam pelaksanaan UU Desa, dimana Smart Desa ini merupakan implementasi dari salah satu dari empat program prioritas yaitu Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Mas Sumatri juga menyampaikan, desa sebagai subsistem dari sistem penyelenggaraan pemerintah secara Nasional dan jajaran terdepan dalam penyelenggaraan pemerintah secara Nasional, maka desa juga harus diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan sebagai konsekuensi dari keberadaan desa sebagai sebuah entitas pemerintahan.

Untuk itu, diperlukan program terencana dan pelibatan lintas sektor berbagai kerjasama dalam bingkai bersama masyarakat yakni dengan Smart Desa. Smart Desa Karangasem sesuai dengan namanya ditopang oleh seluruh komponen yang juga smart, mulai dari Smart Institusi, Smart Infrastruktur, Smart Pelayanan Langsung, Smart Teknologi dan Inovasi.

"Saya berharap ke depannya agar desa menjadi ujung tombak pelayanan. Desa dan Kepala Desa jangan hanya dijadikan sorotan terkait besarnya dana desa dari pusat dan alokasi dana desa dari pemerintah daerah, tapi harus juga diberdayakan dan dipercaya, Smart Desa nantinya memberikan instrumen bagi pemerintah desa untuk berinovasi melayani warga, sekaligus dari sisi akuntabilitas dan keterbukaan informasi," kata Bupati.

"Semoga Smart Desa Duda Timur ini menjadi pendorong bagi Perbekel seKabupaten Karangasem untuk lebih berinovasi demi memajukan desanya dengan potensi-potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki dan saya juga berharap kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Karangasem dapat berkompetisi secara sehat untuk kemajuan desanya," harap Mas Sumatri.

Sementara itu, Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, mengatakan penghargaan ini merupakan tantangan.

"Awal penyelenggaraan Smart Desa ini merupakan tantangan dari Kementerian yang disampaikan saat sebelum adanya desa yang memanfaatkan aplikasi online untuk keperluan kependudukan, untuk itu kami Desa Duda Timur memberanikan diri untuk melangkah dan mengambil kesempatan ini walau kami belum memiliki anggaran dana untuk membeli aplikasi yang dimaksud, dengan mejalin koordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Perbankan pada akhirnya Smart Desa ini bisa terealisasi. Saya berharap semoga desa-desa yang lain juga bisa menerapkan hal yang serupa," tutup Gede Pawana. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya