Petani Tewas karena Peluru Karet

(PO/N-2)
16/5/2018 03:30
Petani Tewas karena Peluru Karet
(thinkstock)

KOMISI Kepolisian Nasional menyatakan Poro Duka, 40, warga Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, tewas kare-na luka tembak peluru karet. Peristiwa penembakan terjadi pada 25 April saat sejumlah warga menyerang petugas pengukuran tanah dan polisi di Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lemboya.

Kematian Poro Duka membuat Kapolres Sumba Barat Ajun Komisaris Besar Gusti Maycandra Lesmana dicopot dari jabatannya. “Penyebab kematian Poro Duka karena luka tembak peluru karet. Anak pelurunya masih dalam proses uji balistik di laboratoium forensik,” kata Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan di Kupang, Selasa (15/5).

Kasus itu mendapat perhatian Kompolnas yang turun untuk melakukan monitoring dan klarifikasi sejak Kamis pekan lalu. “Kami mendapati seluruh anggota Brimob dan polisi yang bertugas saat kericuhan di Sumba Barat menggunakan peluru hampa dan karet,” tambah Andrea.

Dokter kepolisian dari RS Bhayangkara Polda NTT Ni Luh Putu Eni Astuti juga memastikan peluru yang ditemukan di dalam tubuh Poro Duka ialah peluru karet. “Saya melakukan autopsi. Ada luka terbuka di tubuh korban di dada sebelah kanan.”

Kematian Poro Duka berawal dari pengukuran tanah yang dilakukan Dinas Pertanahan Sumba Barat untuk memisahkan tanah milik warga dengan warga lainnya. Saat itu terjadi penolakan warga dengan cara melempari petugas pertanahan dan keamanan dengan batu, yang dibalas petugas dengan menembakkan senjata api. Poro Duka terkena tembakan. (PO/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya