Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Sikatan, Dikenal Warga Sebagai Teguh

MICOM
15/5/2018 20:50
Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Sikatan, Dikenal Warga Sebagai Teguh
(Ilustrasi--thinkstock)

PETUGAS Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menembak satu terduga teroris hingga tewas, di Jalan Sikatan Blok 19-H/19 RT11/RW3, Manukan Kulo, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur antara  dengan terduga teroris pada Selasa (15/5) sekitar pukul 17.20 WIB.

"Iya benar, ada baku tembak," kata  Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa (15/5).

Frans mengatakan terduga teroris atas nama Dedi Sulistianto, 41, ditembak petugas karena melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat akan ditangkap. Pada pukul 18.00 WIB anggota Polrestabes Surabaya melaksanakan sterilisasi area jarak 500 meter dengan pemasangan police line.

Jenazah dibawa ambulans dari tim inafis bidokes Polda Jatim ke Rumah Sakit Bayangkara. Sementara keluarganya, yakni istri dan empat orang anaknya diamankan pihak kepolisian.

Ramin, Ketua RT 6/ RW 2, Kelurahan Manukan Wetan, Tandes, warga mengenal warga mengenal Dedi dengan nama Teguh.

"Kalau Pak Teguh asalnya dari Kelurahan Manukan Kulon, Surabaya. Usianya sekitar 40-an tahun. Istrinya dari Jombang. Sudah  dua kali pindah kos selama lima tahun tinggal di sini, tapi semuanya berlokasi di Jalan Sikatan IV," ucap Ramin saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Selasa (15/5) malam.

Menurut Ramin, keluarga Dedi alias Teguh dikenal tertutup dengan warga sekitar. Teguh beserta keluarganya tinggal di lingkungan Jalan Sikatan IV sekitar lima tahun terakhir.

"Istrinya bernama Yanti. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil-kecil, yang terkecil kira-kira berusia 5 atau 6 tahun, selanjutnya dengan kakak-kakaknya terpaut sekitar dua tahunan,"

Warga sekitar mengaku mendengar serentetan tembakan yang dilepaskan polisi. "Kami tidak  tahu apakah Pak Teguh juga melepaskan tembakan. Kami cuma mendengar beberapa kali suara tembakan," ucap Ramin. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya