BPPT Pasang Smokies di Sumsel

(Nda/RK/N-2)
15/5/2018 23:30
BPPT Pasang Smokies di Sumsel
()

UNTUK mencegah kebakaran hutan selama pelaksanaan Asian Games di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan inovasi terbaru Smokies (Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut untuk Early Warning System Karhutla).

Kepala BB-TMC, Tri Handoko Seto, mengatakan Smokies ini bisa bekerja dengan menempatkan sejumlah instrumen pengukur parameter cuaca dan hidrologi pada lahan gambut. “Jadi, dua instrumen ini berfungsi untuk mengukur parameter cuaca dan tinggi muka air lahan gambut hingga kedalaman 1,5 meter,” terang Tri Handoko di sela-sela partner gathering BBTMC yang diselenggarakan di BPPT Jakarta, Selasa (15/5)

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BPPT Unggul Priyanto, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doddy Ruswandi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kalimantan Barat, dan DKI Jakarta.

Alat tersebut akan dipasang di Sumsel untuk upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang Asian Games yang diselenggarakan Agustus nanti. “Peralatan yang dipasang ini jumlahnya di bawah 100. Alat-alat itu akan dipasang di seluruh wilayah Sumsel. Dari industri seperti Sinar Mas akan memasang juga alat pemantau kadar air pada lahan gambut,” ujarnya.

Selain itu, Badan Restorasi Gambut juga akan mempercepat penutupan kanal-kanal untuk mencegah kebakaran gambut. “Dan pada hari ini di Palembang diresmikan cluster karhutla. Cluster ini selain ada teknologi modifikasi cuaca, juga ada BPBD, BNPB, TNI, Polri, BMKG, dan Pemprov Sumsel,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Sestama BNPB, Dody Ruswandi menambahkan selain Sumsel, dua provinsi lainnya, Jambi dan Riau, juga sudah disiagakan untuk membantu mencegah karhutla. “Tiga provinsi ini sudah mengadakan pertemuan terus-menerus untuk mencegah bencana karhutla. Apalagi, puncak musim kemarau pada Agustus berbarengan dengan Asian Games,” terang Dody.

Kasi Pencegahan Karhutla BPBD Riau, Mitra Adhimukti menambahkan bahwa sejak Maret lalu Riau sudah siaga karhutla. “Status siaga akan selesai 30 Mei ini. Apabila ada peningkatan titik api, status siaga bisa diperpanjang.  Semua tergantung laporan BMKG,” terang Mitra.

Sementara itu, titik panas karhutla di Sumatra dari pantauan satelit Terra dan Aqua terdeteksi ada 37 titik. Rinciannya 25 titik panas ditemukan di Riau, dan sisanya lima titik di Jambi, empat titik di Sumatra Barat dan Aceh, Lampung serta Sumatra Selatan masing-masing satu titik. (Nda/RK/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya