Trans-Jawa Siap Dilalui Pemudik Lebaran

Akhmad Safuan
14/5/2018 00:05
Trans-Jawa Siap Dilalui Pemudik Lebaran
(ANTARA)

TOL Trans-Merak-Surabaya atau biasa disebut Trans-Jawa telah tersambung. Seluruh ruas jalur akan digunakan untuk menampung pemudik yang diperkirakan meningkat hingga 15%.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia di pantura Sabtu (12/5), pembangunan Tol Trans-Jawa ruas Pejagan-Pemalang sudah mencapai 99% dan tinggal dioperasikan.

Selain tinggal penyelesaian beberapa titik, pembangunan tol sepanjang 37,3 kilometer ini tinggal pemasangan rambu lalu lintas. "Tinggal sedikit lagi selesai, hanya menyisakan pembetonan di ruas Tegal-Pemalang di Desa Mengori, Pemalang, dan penyelesaian jembatan serta rest area," kata staf Teknis PT Pejagan Pemalang Toll Road Waskita Karya, Parta Kumba.

Percepatan penyelesaian pekerjaan agar dapat dilintasi pemudik juga dilakukan di ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang yang akan menjadi jalur fungsional saat arus mudik Lebaran berlangsung pada H-10 hingga H+10.

Direktur Utama PT Jasamarga Batang-Semarang Arie Irianto mengatakan saat ini jalur fungsional itu telah selesai lebih dari 75%. Seluruh jembatan telah tersambung. Jalan-jalan telah diaspal dan dibeton. Pada jalur di Ngaliyan, Kota Semarang, pengerjaan belum dilakukan karena pembebasan lahan baru selesai.

Selain pembangunan tol, penyiapan jalur mudik juga dilakukan di ruas jalur pantura Pemalang-Rembang. Selain penambalan badan jalan yang berlubang, peningkatan berupa pengecoran kembali ruas jalan seperti pada Jalan Lingkar Pelabuhan dan Kaligawe Raya Kota Semarang yang menjadi daerah langganan banjir juga dilakukan.

Bupati Batang, Wihaji, dalam menanggapi hampir selesainya Tol Trans-Jawa ini, mengatakan wilayahnya juga sedang membangun 13 ruas jalan alternatif dengan anggaran Rp27,8 miliar. "Saya targetkan seluruh ruas jalan itu selesai sebelum arus mudik berlangsung," janji Wihaji.

Jalur alternatif ini digunakan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur utama pantura maupun tol serta jalur menuju Pekalongan, Kendal, dan Banjarnegara.

 

Jalur Deandles

Dari Jawa Timur, Pemkab Lamongan mengimbau pengendara yang melintasi jalur Pantura Deandles agar waspada. Sebabnya, memasuki Ramadan akan muncul sejumlah aktivitas pasar tumpah di sepanjang ruas jalur nasional. Hal itu memicu meningkatnya potensi kemacetan.

Terlebih, arus lalu lintas sepanjang jalur itu semakin padat dengan adanya pengalihan kendaraan bertonase tinggi pascaambruknya Jembatan Cincin Widang beberapa waktu lalu. Pasar Desa Banjarwati, Pasar Kranji, dan Pasar Kemantren di Kecamatan Paciran. Selain itu, pasar Brengkok dan Pasar Blimbing, di Kecamatan Brondong.

Dari Jawa Barat, Polres Tasikmalaya melakukan pengecekan jalan di jalur lintas selatan termasuk jalur alternatif mudik. Kapolres Tasikmalaya, AKB Febry Ma'aruf, mengatakan dari hasil pengecekan, ditemukan adanya jalan dalam kondisi rusak, rambu lalu lintas belum terpasang, dan penerangan minim. "Tepatnya di jalan alternatif dari arah Pamoyanan melalui Ponpes Suryalaya arah Panumbangan menuju Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, harus diperbaiki. Penerangan jalan juga kurang," ujar Febry.

Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, kondisi Jalan Trans-Flores yang menghubungkan lebih dari enam kabupaten di Flores, rusak. Jalan yang tepatnya ada di kilometer 15 dari arah Kota Labuan Bajo, Kabupaten manggarai Barat, hingga kini belum diperbaiki.   (YK/AD/JL/Pra/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya