Pupuk Kaltim Berjibaku Hadapi Pupuk Impor

Bagus Suryo
11/5/2018 21:03
Pupuk Kaltim Berjibaku Hadapi Pupuk Impor
(FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyatakan terus berjibaku melawan serbuan pupuk impor yang sudah membanjiri pasar dalam negeri.

Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim Ajang Christrianto kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, Jumat (11/5), mengatakan animo petani mempercayai kualitas pupuk Kaltim lebih baik ketimbang pupuk impor.

"Petani masih minded mencari pupuk bersubsidi urea, NPK dan phonska,"  tegasnya.

Ajang mengungkapkan saat ini memang memasuki pasar bebas. Sejumlah  negara di antaranya Tiongkok dan Malaysia, memasarkan berbagai produk pupuk hingga merambah Kalimantan.

Kendati jumlah pupuk impor itu dinilai masih sedikit, lanjut dia, bukan berarti didiamkan begitu saja. Ancaman itu masih terasa hingga kini, sebab  petani yang memiliki lahan di atas 2 hektare cenderung mencari sumber pupuk lain.

Guna mengatasi hal itu, pihaknya terus meningkatkan kapasitas petani melalui program edukasi dan sosialisasi. Bahkan, melakukan uji coba kualitas pupuk agar mereka semakin percaya pupuk dalam negeri jauh lebih unggul dan harganya murah.

"Persaingan pasar hanya dari segi harga. Harga pupuk impor dijual Rp11 ribu per kg, sedangkan pupuk nonsubsidi hanya Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kg," ujarnya.

Pihaknya terus melakukan uji kualitas dan hasilnya dilihat bersama melibatkan petani yang sudah terbiasa menggunakan pupuk impor. Setelah melihat kenyataan bahwa pupuk dalam negeri lebih bagus, akhirnya mereka meninggalkan pupuk impor.

"Kita masih bisa bersaing, apalagi dekat dengan lokasi pabrik," pungkasnya.

Superintendent  Pemasaran Jatim 2 Departemen Pemasaran PSO 1 Pupuk Kaltim, Sugiyono Masheri menambahkan persaingan pupuk semakin ketat apalagi sekarang memasuki pasar bebas.

Masuknya pupuk impor tidak terbendung hingga menggerus pasar pupuk nasional. Kondisi itu bermula dari harga gas yang tinggi sehingga industri pupuk di Tanah Air sulit bergerak. Kendati demikian pupuk dalam negeri masih memiliki daya saing bahkan menguasai pasar.(A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya