Pelayanan Publik Terbengkalai

Alexander PA Taum
08/5/2018 08:40
Pelayanan Publik Terbengkalai
(Dok. MI)

PELAYANAN di sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi terganggu setelah Bupati Lembata, Eliazer Yentjie Sunur, beserta 43 kepala dinas, 23 anggota DPRD, serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat pergi ke Jakarta untuk mengikuti peluncuran Festival Tiga Gunung di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta.

Seperti diketahui, Pemkab Lembata menggelar festival itu agar Gunung Batutara, Gunung Ile Lewotolok, dan Gunung Ile Werung masuk di ajang wisata tahunan Kemenpar.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kemarin, di kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan, sejumlah warga yang hendak mengurus surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP) terpaksa belum bisa dilayani sebab hanya kepala dinas yang boleh menandatangani dokumen-dokumen tersebut.

"Saya mau mengecek berkas pengurusan surat izin usaha perdagangan dan surat izin tempat usaha. Kami ajukan sejak bulan lalu, tetapi surat itu hanya dapat ditandatangani kepala dinas. Jadi, sekarang belum bisa diambil," ujar Katarina, warga Kota Lewoleba, saat ditemui di halaman kantor tersebut.

Sementara itu, Arkadius Payong selaku kepala seksi pelayanan di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Lembata menjelaskan, pihaknya hanya bisa mengurus masalah administrasi yang berkaitan dengan pengurusan SITU dan SIUP.

"Kalau mau ambil suratnya (SITU dan SIUP), belum bisa karena kepala dinas masih ikut peluncuran Festival Tiga Gunung di Jakarta sebab surat SITU dan SIUP hanya bisa ditandatangani kepala dinas. Nanti bisa dilayani setelah kepala dinas kembali," ujar Arkadius.

Pemandangan serupa juga terlihat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata. Kantor yang menjadi penggerak kegiatan peluncuran Festival Tiga Gunung di Jakarta itu tidak menyelenggarakan apel pagi. Selain itu, terlihat banyak staf yang tidak masuk kerja.

Menurut staf Dinas Kebudayaan yang ditemui di kantor tersebut, apel yang seharusnya dilaksanakan setiap Senin pagi itu kali ini tidak dapat dilaksanakan.

"Kami di sini tidak ada apel Senin pagi sebab PLT kepala dinas masih ikut peluncuran Festival Tiga Gunung di Jakarta. Biasanya kalau PLT kepala dinas tidak ada, akan diangkat kepala bagian sebagai pelaksana tugas harian, tetapi beliau juga ada kedukaan sehingga tidak dapat pimpin apel Senin pagi," ujar staf tersebut.

Ditambahkannya, hanya ada 20 dari 30-an staf di kantor tersebut yang masuk kantor dan jumlah tersebut terlalu sedikit untuk melakukan apel pagi.

Dampak lain tidak hadirnya kepala dinas maupun pelaksana harian kepala dinas ialah para staf enggan masuk.

Di sisi lain, pelayanan di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, PP, dan Perlindungan anak (P2KB&P3A) Kabupaten Lembata berjalan seperti biasa. Ini disampaikan Ben Making yang ditunjuk sebagai pelaksana harian kepala dinas.

"Kepala dinas sedang mengikuti peluncuran Festival Tiga Gunung di Jakarta. Sebagai pelaksana harian kepala dinas, saya yang memimpin apel pagi. Pengurusan administrasi perkantoran juga dapat saya tanda tangani. Hanya, ada beberapa dokumen penting yang tidak dapat saya tanda tangani dan harus menunggu kepala dinas," ujar Sekretaris Dinas P2KB&P3A itu.   (X-11)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya