Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pejabat daerah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, diboyong untuk menghadiri peluncuran Festival Tiga Gunung di Jakarta pada Senin (7/5).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Media Indonesia dari pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Sekretariat Dewan setempat, Minggu (6/5), sebanyak 23 dari 25 anggota DPRD Lembata dan 23 kepala dinas turut berangkat ke Jakarta.
Selain itu, sekretaris dewan, dua orang kepala bagian, seorang pejabat eselon IV, serta dua staf dari DPRD turut mendampingi. Sehingga, 23 dari 25 anggota dewan berada di Jakarta untuk menghadiri peluncuran festival memperkenalkan Gunung Batutara, Gunung Ile Lewotolok, dan Gunung Ile Werung. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, dua anggota dewan lainnya berhalangan ikut karena sedang sakit. Adapun 23 kepala dinas yang berangkat juga didampingi staf masing-masing.
Mereka hendak mengupayakan Festival Tiga gunung masuk dalam kalender even tahunan dari Kementerian Pariwisata.
Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan anggaran dengan nomenklatur Blue Mountain Tour senilai Rp550 juta.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Apol Mayang menjelaskan, dana itu adalah untuk kegiatan Festival Tiga Gunung secara keseluruhan. Adapun untuk peluncuran acara itu di Jakarta, jelas dia, mencapai Rp200 juta. "Anggaran launching Rp200 juta. Termuat dalam DPA kami. Kami juga mengundang DPRD dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk biayanya dari beban anggaran mereka sendiri, " ujar Apol Mayang kepada Media Indonesia, Minggu (6/5).
Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur dalam konferensi pers, Jumat (4/5), mengatakan pihaknya mengutamakan momentum untuk mendapat perhatian Kementerian Pariwisata.
Menurut dia, launching Festival Tiga Gunung sengaja dilakukan di Jakarta agar bisa memberi masukan mengenai eksotisme ketiga gunung berapi itu ke Kementerian Pariwisata. Sehingga, sambung dia, Festival Tiga Gunung bisa masuk dalam kalender tahunan Kementerian Pariwisata.
"Launching di Jakarta agar dekat dengan pengambil kebijakan. Syukur syukur kalau launching bisa dihadiri menteri. Kalau launching pasar kita bisa pilih Bali atau Batam," ujar Sunur.
Ketika ditanyakan tentang infrastruktur ke tiga gunung itu yang masih amburadul, Sunur menegaskan, pengembangan pariwisata tidak bisa menunggu perbaikan infrastruktur.
"Jangan tunggu jalan jadi baru pariwisata jalan. Upaya mendorong pariwisata untuk mendorong pasar sekaligus infrastruktur jalan. Dua pilihan, people follow infrastructure atau infrastructure follow people. Kita pilih infrastructure follow people," ujar Sunur. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved