38 Perancang Ikuti Karawang Fashion Culture

(CS/LD/Ant/N-2)
04/5/2018 23:15
38 Perancang Ikuti Karawang Fashion Culture
( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

WARGA Karawang tidak mau daerah mereka hanya dikenal sebagai lumbung padi. Handy Hartono, desainer, menggagas lahirnya acara seni dan budaya bernama Karawang Fashion Culture.

Sejak Kamis (3/5) hingga Sabtu (5/5), 38 perancang busana dari Jakarta, Purwakarta, dan Karawang ikut berpartisipasi menyemarakkan acara itu. "Para desainer akan tampil dengan rancangan mereka yang lekat dengan keunikan kultur budaya suku bangsa di Indonesia," papar Handy, yang asli orang Karawang.

Handy akan menampilkan busana dengan sentuhan batik karawang. Dia juga berencana memamerkan karyanya untuk tampil di Jerman dan Australia, dalam waktu dekat. "Dulu, saya membawa kain toraja ke Vienna, Austria, dan membuatnya banyak dikenal orang di luar negeri. Kini saya akan melakukannya untuk batik karawang, kain asli daerah kelahiran sendiri," tekad Handy.

Selain Handy, perancang busana Sikie Purnomo tampil dengan rancangan bernuansa etnik Toba. Ia menggunakan ulos sebagai bahan dasarnya.

Perancang lain, yakni Yogiswari Pradjanti, tampil berani dengan kain-kain dan gambar berwarna cerah. "Saya ingin menampilkan Borobudur, penari Jawa, dan ondel-ondel sebagai roh dari karya saya."

Kepala Dinas Pariwisata Karawang Okih Hermawan mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan ini. "Banyak desainer top terlibat. Ke depan, saya yakin acara ini mampu meningkatkan kunjungan wisata."

Di Banyumas, Jawa Tengah, pemerintah kabupaten segera melakukan penataan Baturraden, kawasan wisata terfavorit di daerah ini. "Kami ingin penataan kawasan bisa meningkatkan jumlah wisatawan," ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas Asis Kusumandani.

Ia mengaku sudah menyiapkan detail engineering design. Salah satunya membangun parkir bertingkat. Selama ini area parkir di Lokawisata Baturraden menjadi masalah karena terlalu sempit. "Padahal saat liburan, jumlah wisatawan di Baturraden bisa mencapai 22 ribu sehingga kerap terjadi kemacetan karena area parkir sempit."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya