Kemendag Jamin Pasokan Pangan Aman

(YR/RF/DY/BB/AD/RS/N-3)
01/5/2018 23:20
Kemendag Jamin Pasokan Pangan Aman
(MI/JOHN LEWAR )

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Dari pantauan yang kami lakukan di NTB, harga terpantau relatif stabil. Ketersediaan dan pasokan bahan pokok terjamin dan aman menjelang puasa dan lebaran,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Kemendag, Lasminingsih, seusai memantau kebutuhan pokok di Pasar Dasan Agung dan Pasar Mandalika, Kota Mataram, Senin (30/4).

Dia menambahkan, pemerintah pusat tetap berkoordinasi dengan dinas perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah, seperti Pangkalpinang, Tasikmalaya, Sukabumi, Cianjur, dan Banjarmasin relatif stabil. Seperti di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga kebutuhan pokok, seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar, bawang putih, kentang, wortel, dan gula relatif stabil setelah sempat naik.

Pada bagian lain, masih mi­nimnya cadangan ayam potong di Bali telah memicu tingginya harga daging ayam. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali masih mempertimbangkan kemungkinan mendatangkan ayam potong dari Jawa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bali, I Wayan Mardiana, kemarin, mengatakan ada usulan dari pengusaha untuk mendatangkan ayam dari Jawa agar harga tidak terlalu tinggi.

Mardiana mengakui belakangan ini ketersediaan ayam potong jauh menurun. Kondisi tersebut disebabkan kebijakan pemerintah yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni pelarangan penggunaan AGP (antibiotic growth promoter/imbuhan antibiotik pakan).

Akibatnya, pertumbuhan ayam jadi lambat. Saat masih menggunakan AGP, usia ayam 32 hari sudah siap potong karena beratnya sudah mencapai sekitar 1,7 kg. Namun, sekarang tanpa AGP, diperlukan waktu lebih lama, yakni 42 hingga 45 hari, agar mencapai berat di atas 1 kg atau siap potong.

Selain lambat, ada ayam yang mati karena gangguan pencernaan. Selama ini penggunaan AGP untuk mengeliminasi pertumbuhan bakteri merugikan saluran pencernaan.  Dampak tersebut berimbas pada melambungnya harga daging ayam dari Rp32 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg. (YR/RF/DY/BB/AD/RS/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya