Membuat Banyak Embung dari Dana Desa

Benny Bastiandy
30/4/2018 05:45
Membuat Banyak Embung dari Dana Desa
()

Beberapa bulan ke depan daerah-daerah di Tanah Air diprediksi memasuki musim kemarau. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selalu mengalami krisis air bersih dan kekurangan pasokan air untuk lahan pertanian.

Bagaimana Pemkab Cianjur mengatasi krisis air bersih itu? Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia, Benny Bastiandy, dengan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Minggu (24/4).

Saat memasuki musim kemarau, apa langkah Pemkab Cianjur?

Ada isu Indonesia akan mengalami kemarau panjang. Dari awal kita rencanakan membuat embung-embung sebagai tempat penyimpanan air. Sekarang sudah mulai dilaksanakan. Itu selaras dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sekarang di sejumlah desa sudah dibuat embung-embung menggunakan dana desa. Bahkan, dari dana di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, kita juga membuat embung di beberapa lokasi, terutama di Cianjur selatan. Itu bagian dari upaya antisipasi jangka panjang. Jadi, kita ingin di setiap desa terdapat embung.

Ketersediaan air untuk masyarakat?

Yang jelas, untuk kantong-kantong wilayah rawan kekeringan atau krisis air bersih, seperti di Kecamatan Sukaluyu dan sekitarnya. Itu merupakan upaya antisipasi.

Daerah mana saja rawan air bersih?

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya memang ada beberapa wilayah yang merupakan langganan kekeringan atau krisis air bersih saat musim kemarau. Ya, itu tadi, salah satunya seperti di Kecamatan Sukaluyu. PDAM juga sudah merambah kantong kekeringan di Kecamatan Pagelaran, Sindangbarang, dan Cidaun.

Ada anggaran khusus?

Tidak ada anggaran khusus. Sebetulnya dari dana CSR PDAM juga sudah cukup. Pengalaman saya dulu pernah di PDAM, selama ini terkover. Pemkab Cianjur dan PDAM sudah ada perjanjian komitmen. Kita menghibahkan tangki air untuk PDAM, tapi syaratnya PDAM harus sigap dan siap melayani suplai air bersih. (N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya