Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saguling Bening mengajarkan masyarakat agar bisa mengubah kebiasaan membuang sampah, menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi.
Dalam bazar yang digelar Yayasan TBM di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (29/4), masyarakat dan siswa SD bisa berbelanja atau berobat menggunakan voucer.
Voucer itu didapat dari penjualan sampah kepada pihak yayasan yang dihargai Rp2.000 per kilogram.
"Warga yang datang ke sini hanya tinggal membawa sampah lalu ditimbang. Kami berikan bukan dalam bentuk uang melainkan voucer yang dapat digunakan untuk belanja di area pojok jualan," kata Founder TBM Saguling Bening Indra Darmawan di sela-sela bazar.
Indra mengungkapkan, bazar sampah ini sebagai salah satu ajang edukasi masyarakat agar sampah dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Agar masyarakat tertarik mengelola sampah, pihaknya pun memberikan penghargaan Citarum Award sebagai bentuk apresiasi kepada pecinta lingkungan yang telah berkontribusi pada Sungai Citarum.
"Selain bazar, voucer dari sampah ini bisa digunakan untuk berobat karena kami sudah menyiapkan dokter. Sebagai bentuk kepedulian Citarum, kami pun sudah turun langsung ke daerah aliran sungai Citarum untuk mengangkat sampah dan menanam pohon di sana," bebernya.
Siswa SD Babakan Cianjur, Cihampelas, Zahra, 9, mengaku sengaja sudah mengumpulkan sampah botol plastik dari rumah sejak Kamis (26/4). Dirinya tertarik dengan bazar ini, sebab orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh sehingga ia jarang sekali meminta uang.
"Senang saja bisa dapat uang dari hasil usaha sendiri. Hasil sampah ini bisa untuk jajan di bazar ini," ucap Zahra.
Dia menyatakan, kebiasaan mengumpulkan sampah sudah dilakukannya sejak lama, bahkan, sampah-sampah plastik di pinggir jalan, dia pungut lalu dijual ke tempat pengepul sampah." Uangnya biasa untuk jajan sehari-hari," ujarnya.
Siswa SD lainnya, Zaki Dwi Bagja, 10, bersama tiga orang temannya mencari sampah di sekitar sekolahnya. Zaki menyebut, mereka mulai mencari sampah sejak pukul 08.00 WIB dan berhasil terkumpul sebanyak satu karung sampah plastik.
"Sengaja cari bareng, supaya cepat terkumpul banyak dan hasilnya dibagi-bagikan rata dengan teman-teman," kata Zaki.
Seorang pengepul di bazar sampah, Doyok, 44, mengungkapkan, dalam setiap kegiatan bazar dia biasa dapat mengumpulkan 2,5 ton sampah. Setiap sampah yang terkumpul, dipilah ulang sesuai jenisnya.
"Paling banyak sampah biasanya ember, botol mineral plastik dan dus. Untuk ember per kilogramnya Rp 2 ribu, sedangkan dus per kilogramnya Rp 1.500, dan besi Rp 3 ribu," terang Doyok. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved