Masyarakat Bantu Antisipasi Bencana

Siswantini Suryandari
27/4/2018 05:45
Masyarakat Bantu Antisipasi Bencana
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

SUMATRA Selatan berhasil menekan tingkat kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan. Apa rahasianya?

"Keterlibatan masyarakat. Kami sudah membuktikan bahwa peran serta masyarakat dan teknologi bisa mencegah kejadian kebencanaan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan, Yana Pardiana, Kamis (26/4).

Hadir dalam diskusi kelompok peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional bertema Teknologi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, di Jakarta, kemarin, Yana menambahkan, BPBD Sumsel mengajak masyarakat, dengan telepon seluler dan aplikasi Whatsapp untuk cepat melaporkan kejadian bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, aparat pun dituntut sigap dan bergerak setelah ada laporan dari warga.

"Cara itu sangat efektif mencegah kebakaran meluas. Pola mitigasi yang diterapkan pada 2016-2017 itu membuat BPBD Sumsel mendapat anugerah terbaik untuk wilayah Sumatra dan Kalimantan," tandasnya.

Tahun ini, papar Yana, Sumsel makin meningkatkan kewaspadaan karena bersamaan dengan pelaksanaan Asian Games. Sebanyak 3.240 desa sudah siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, tidak sedikit desa yang menggunakan dana desa untuk kegiatan itu.

Di Sumatra Barat, Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional diperingati dengan kegiatan evakuasi mandiri yang diikuti sektiar 300 ribu warga. Fokus kegiatan ialah antisipasi mandiri gempa dan tsunami.

"Banyak lembaga, organisasi, sekolah, dan perusahaan yang bersedia ikut. Kami menggelar simulasi evakuasi mandiri gempa dan tsunami," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rumainur.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya