Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah di Maluku berminat mencari pinjaman untuk mengatasi keterbatasan APBD dalam membangun infrastruktur. Pasalnya, lebih dari 50% APBD habis untuk membayar gaji pegawai. Fakta itu terungkap dalam Sosialisasi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Daerah yang digelar PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero di Ambon, Maluku, kemarin. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Maluku Lutfi Rumbia mengakui secara umum seluruh daerah di Maluku memerlukan pembangunan infrastruktur. Hanya, APBD sangat terbatas.
“Lebih dari 50% APBD sudah habis untuk gaji pegawai. Adapun dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke daerah sudah mulai berkurang,” tambahnya. Adapun belanja daerah, jelas dia, terus meningkat. Di antaranya pemprov harus membayar gaji sekitar 6.000 guru yang sebelumnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. “Kami harus merasionalisasi banyak kegiatan di daerah karena dana alokasi umum (DAU) sudah mulai berkurang.”
Menurut Lutfi, persyaratan yang diajukan PT SMI untuk mengajukan cukup masuk akal. “Yang agak susah adalah persetujuan DPRD. Karena, DPRD kan sarat kepentingan,” ujar dia. Kepala BPKAD Kabupaten Maluku Tengah Jainudin Ali juga menilai persyaratan pengajuan pinjaman untuk membangun infrastruktur oleh PT SMI tidak terlalu berat. “Kami ingin membangun rumah sakit yang bagus. Saya ragu ketika diminta mengajukan pinjaman ke perbankan.”
Skema pinjaman yang diajukan PT SMI, lanjutnya, lebih logis. Semua skema memiliki payung hukum sehingga lebih pasti dan aman. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembiayaan dan Transfer Nondana Perimbangan, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi, mengakui terjadinya kesenjangan pembiayaan antardaerah, terutama penyediaan infrastruktur bagi wilayah Indonesia timur. Pemerintah lebih mengutamakan transfer ke daerah sebagai sumber pendanaan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Finance PT SMI Agresius Robajanto Kadiaman memastikan pinjaman PT SMI memiliki sejumlah keunggulan, yakni tenor jangka panjang, suku bunga kompetitif, produk pembiayaan yang inovatif, skema pembiayaan yang fleksibel, dan multiplier effect yang besar. “Sejumlah daerah telah merasakan efek sosial dan ekonomi setelah membangun dengan pinjaman dari PT SMI.” (Hnr/HJ/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved