Jembatan Widang Boleh Dilintasi Bus

(YK/AS/TS/LD/N-3)
23/4/2018 23:05
Jembatan Widang Boleh Dilintasi Bus
( ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

BUS dan kendaraan pribadi akhirnya diizinkan melintasi jembatan di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang masih berfungsi. Sebaliknya, untuk truk dan kendaraan besar yang menuju Surabaya diwajibkan melalui jalur pantura Deandles.
Hal itu diputuskan kemarin setelah diadakan rapat koordinasi lanjutan oleh Forum Lalu Lintas terkait dengan ambruknya Jembatan Cincin Lama di Desa/Kecamatan Widang, Tuban.

Rapat koordinasi itu diikuti sejumlah pihak, antara lain Balai Besar Jalan Nasional VII Surabaya, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jatim, DPD Organda Jatim, serta Forum Lalu Lintas Kabupaten Tuban,  Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro.
“Mulai Selasa (24/4) bus dan kendaraan pribadi diizinkan melintasi jembatan yang masih berfungsi,” kata Kasatlantas Polres Tuban Eko Iskandar kepada Media Indonesia, Selasa (24/4).

Keputusan rapat koordinasi itu berlaku secara efektif mulai kemarin hingga H-10 Lebaran berbarengan dengan selesainya perbaikan Jembatan Cincin yang ambruk.

Terkait dengan persiapan arus mudik Lebaran, Polri sudah mengantisipasi potensi kemacetan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan potensi kemacetan pada arus mudik dan balik di Jawa Tengah diprediksi bergeser ke tol Krapyak. “Kemacetan mungkin akan terjadi di tol Krapyak Semarang. Tapi ini sudah diantisipasi semua sampai dengan arus mudik dan balik,” ujar Setyo di Jakarta.

Dari Jawa Tengah, jalur mudik Lebaran mulai dipetakan. Selain tiga ruas jalur yang digunakan sebagai jalur mudik, juga ada titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, meski telah tersambung jalur Tol Trans-Jawa dari Merak ke Surabaya, masih ada beberapa titik kemacetan, di antaranya peristirahatan Linggaparma (Tonjong) Kabupaten Brebes, exit Pemalang Timur di Gandulan, dan exit Krapyak Semarang.

Pemetaan lain, ada ratusan titik rawan kecelakaan di seluruh jalur mudik, mulai Tol Cipali arah Jakarta pada kilometer 96-105, dan arah Palimanan dari kilometer 166-175. Di Jawa Tengah ada 108 titik rawan kecelakaan, dan di Jawa Barat terdapat 34 titik.
“Para pemudik harus waspada. Para petugas jaga juga harus siap untuk menekan angka kecelakaan,” ujar Royke.

Untuk Jawa Tengah bagian selatan, pengerjaan infrastruktur jalan alternatif penghubung antara Purwokerto dan Cilacap dikebut. Jalan yang rusak akibat aspal mengelupas dan berlubang, kini diganti dengan pembetonan. Tasrip, 47, salah seorang pekerja, mengungkapkan sebelum Lebaran pembetonan dijadwalkan sudah rampung. (YK/AS/TS/LD/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya