Daerah Siapkan Strategi Tekan Harga

Cikwan Suwandi
24/4/2018 01:10
Daerah Siapkan Strategi Tekan Harga
(MI/John Lewar)

MENJELANG Ramadan, daerah mulai mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok untuk mencegah inflasi. Seperti di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, strategi untuk menghadapi lonjakan harga sudah dipersiapkan. "Strateginya di antaranya menerjunkan pengawas harga di lapangan untuk mengetahui kepastian harga di sejumlah pasar setiap harinya," kata Sekretaris Tim Pengawas Pangan Terpadu Kabupaten Karawang, Kadarisman, Senin (23/4).

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan operasi pasar jika harga kebutuhan pangan melonjak drastis. "Kita sudah siap, selain operasi pasar yang akan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kita juga punya Rumah Pangan Kita yang berada di Bulog. Kita juga punya Toko Tani Indonesia Center Karawang yang berada di Dinas Pangan. Semuanya siap terjun untuk mengendalikan harga. Mereka akan kita tempatkan di pasar-pasar yang mengalami kenaikan harga tinggi," jelas Kadarisman yang juga Kepala Dinas Pangan Karawang.

Dari Jawa Tengah, Bulog Subdivre Surakarta bersama dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusantara Indonesia serta gabungan kelompok tani sejak Jumat (20/4) menggelar operasi pasar di enam kabupaten dan satu kota di wilayah Solo Raya. "Penggelontoran beras dalam operasi pasar, selain instruksi kementerian perdagangan, juga permintaan pedagang," kata Kepala Bulog Subdivre Surakarta, Titov Agus Sabelia.

Sementara itu, di Brebes, Jawa Tengah, harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar masih stabil, seperti harga daging sapi masih Rp115 ribu per kg, daging ayam Rp35 ribu per kg, dan cabai merah Rp20 ribu per kg. Pedagang daging ayam, Sri Mulyani, menyebutkan, selain harganya yang relatif setabil, pembelinya berkurang.

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, operasi pasar masih menunggu keputusan pemerintah daerah setempat. Kepala Kantor seksi perwakilan logistik Perum Bulog Labuan Bajo, Ryan Djami, mengatakan operasi pasar tetap akan dilakukan menjelang Ramadan dan Lebaran. "Operasi pasar tetap akan kita lakukan. Kami akan berkoordinasi dengan dinas perdagangan," jelasnya.

Namun, di sejumlah daerah, harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging ayam, telur, daging sapi, dan cabai sudah naik. Seperti di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, harga daging ayam naik dari Rp32 ribu per kg menjadi Rp39 ribu per kg. "Ini sudah dua kali naik," kata Lukman, pedagang daging ayam di Pasar Pembangunan Pangkalpinang.

Di Pasuruan, Jawa Timur, sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti telor ayam, daging sapi, dan cabai merah terus naik. Seperti di Pasar Besar Kota Pasuruan, harga telur naik dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kg. "Daging sapi naiknya sekitar Rp5.000-Rp10 ribu per kg," kata Ramadan, pedagang daging sapi.

Sama halnya di daerah Priangan Timur, seperti Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, dan Pangandaran, harga cabai merah dan telur sudah naik di kisaran Rp5.000-Rp10 ribu per kg.

Bantuan ayam
Kementerian Pertanian menyiapkan 10 juta ayam yang akan didistribusikan untuk keluarga prasejahtera di 1.000 desa di 100 kota dan kabupaten. Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat miskin agar bisa mencukupi kebutuhan berbasis pertanian.

"Kami siapkan program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera. Kami siapkan ayam umur dua bulan sebanyak 10 juta ekor di 1.000 desa yang tersebar di 100 kota dan kabupaten. Program ini akan terus berlanjut hingga selesai dibagi untuk 16 juta warga kurang mampu," kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Cianjur.

(WJ/JI/RF/JL/AB/AD/BB/JS/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya