Polres Incar 86 Titik Peredaran Oplosan

(ST/AD/FL/Ant/N-2)
24/4/2018 00:00
Polres Incar 86 Titik Peredaran Oplosan
(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

BELUM adanya korban, tidak membuat Polres Madiun, Jawa Timur, berleha-leha. Kemarin, mereka bergerak ke sejumlah titik peredaran minuman keras.

Hasilnya 719 liter minuman keras, terdiri dari oplosan dan arak Jowo disita. "Kami mendatangi 86 lokasi. Selain arak Jowo, ada beberapa minuman oplosan yang siap diedarkan," kata Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar I Made Agus Prasatya.

Minuman oplosan yang disita terbuat dari arak Jowo yang dicampur dengan bahan lain, di antaranya minuman suplemen. Miras oplosan itu dikemas dalam bekas botol air mineral ukuran 1,5 liter, dengan harga jual Rp25 ribu-Rp35 ribu.

Arak Jowo dibuat dari wilayah perbatasan Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ponorogo dan Ngawi. Polisi masih memburu para produsen miras oplosan itu, yang mulai menghentikan produksinya, saat operasi antimiras digelar di sejumlah daerah.

"Meski di daerah lain sudah berjatuhan korban miras oplosan, di Kabupaten Madiun belum ada korban. Tapi, kami tidak ingin kecolongan sehingga tetap menggelar operasi ini," tambah Prasatya.

Operasi serupa juga digelar Polsek Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 60 jeriken tuak dan ciu dista dari sebuah mobil yang tengah meluncur di jalur selatan menuju Kota Bandung.

"Pengiriman itu bisa digagalkan, setelah penumpang sebuah mobil membuang sebagian miras oplosan yang mereka bawa di tanjangan Gentong. Petugas curiga, memeriksa mobil dan mendapati puluhan jerikan berisi miras oplosan ada di dalamnya," kata Kapolsek Kadipaten Ajun Komisaris Erustiana.

Sopir kendaraan berdalih membawa bahan cairan untuk membuat nata de coco dan akan dikirim ke Pasar Ciroyom, Kota Bandung. Namun, setelah didesak, mereka mengaku akan memasok miras oplosan itu ke Cicalengka, Kabupaten Bandung. Di Cicalengka, sebanyak 51 peminum miras oplosan tewas, dua pekan silam.

Di Surabaya, Jawa Timur, tiga warga Jalan Pacar Keling IV, Kecamatan Tambaksari, tewas dan dua lainnya kritis, setelah berpesta minuman keras oplosan. "Dua korban masih dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya," kata Camat Tambaksari Ridwan Mubarun.

Tiga korban tewas pada Minggu (22/4). "Kedua korban, Wimpie Hartono dan Goenadi, ikut minum dan menjadi saksi kematian ketiganya. Namun, mereka tidak kapok dan minum lagi pada hari berikutnya," sambung Ridwan.

Kali ini, mereka langsung muntah-muntah dan kemudian dilarikan keluarganya ke rumah sakit. "Semoga tidak ada lagi korban minuman keras oplosan," harap Ridwan.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya