Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan serentak di sebagian besar wilayah Indonesia tidak lepas dari isu negatif. Bagaimana calon Gubernur Jawa Barat menangkal isu hoaks ini? Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia Budi Mulia dengan calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat berkampanye di Sumedang, Sabtu (14/4).
Apa Anda mengetahui kalau pilkada Jabar diindikasikan menjadi ajang hoaks untuk menjatuhkan lawan?
Sekarang semua unsur komunikasi dan sistemnya itu menjadi instrumen penting dalam demokrasi sehingga para calon kontestan yang ikut pilkada ini menjadikan instrumen digital teknologi sebagai keharusan. Bagaimana bisa menjangkau konstituen di berbagai pelosok wilayah yang tidak mungkin didatangi satu persatu. Tapi sisi buruknya sistem ini bisa mudah dimasuki konten negatif yang dibuat untuk tujuan politis.
Apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah?
Pemerintah harus proaktif dalam mencegah dan menangkal konten-konten negatif tersebut. Saya sangat mengapresiasi langkah aparat kepolisian dengan membentuk unit khusus cyber crime sehingga dapat mengeliminasi konten seperti itu. Harus diakui konten di media sosial tanpa filter sama sekali. Masyarakat dengan bebasnya bisa mengeluarkan unek-uneknya yang kadang tidak berdasarkan fakta. Selain itu juga kita harus mengedukasi masyarakat karena filosofi bad news is good news. Cenderung traffic-nya masih tinggi.
Khusus untuk Jawa Barat, apakah isu negatif bisa terjadi di sini?
Memang proses dimulainya pilkada Jabar, banyak orang menduga bahwa Jabar akan mengalami hal yang sama dengan DKI. Tapi sampai hari ini situasi Jakarta itu menjadi sebuah cerita yang tidak bisa direplikasi. Ini menandakan bahwa isu hoaks tersebut, bagaimana orangnya, bagaimana daerahnya, dan bagaimana situasinya. Jadi, menurut pandangan saya tidak bisa disamaratakan.
Bagaimana Anda mengantisipasinya?
Saya mempunyai benteng pertahanan sendiri. Bentengnya yaitu follower saya yang mencapai 14 juta, dengan mengklarifikasi ke 14 juta orang tersebut. Mereka saling mem-forward itu sudah meredam isu negatif yang menimpa saya. Itu cara saya, tetapi kasihan bagi mereka yang tidak mempunyai pertahanan seperti saya. Oleh sebab itu, penegakan hukum untuk menanggulangi berita miring harus membuat jera terhadap mereka yang sengaja melemparkan isu negatif dan merusak demokrasi. Saya berharap suatu saat nanti demokrasi di Indonesia semakin dewasa. (N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved