Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Gubernur Jawa Timur kini sudah memasuki masa kampanye. Selain tatap muka, para calon kepala daerah berkampanye di media sosial. Konten kampanye di dunia maya ini, selain meme para calon, mengkritik calon lain lewat film pendek, termasuk hoaks dan kampanye hitam ikut bermunculan.
Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang diusung Partai NasDem juga merasakan menjadi sasaran berita hoaks dan kampanye hitam. Bagaimana Khofifah menanggapi hoaks seputar pencalonannya sebagai orang nomor satu di Jawa Timur? Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia Faishol Taselan dengan Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu (15/4).
Apa Anda sudah pernah menjadi korban hoaks?
Cukup banyak yang saya alami. Bahkan, di media sosial luar biasa banyaknya. Meme, kemudian foto-foto dimontase sedikit rupa. Namun, saya tetap cool menghadapinya sepanjang tidak menyinggung harkat dan martabat pribadi dan keluarga saya. Mereka itu hanya orang panik.
Bentuknya seperti apa kampanye hitam ditujukan ke Anda?
Banyak sekali, seperti yang tadi saya katakan. Mulai dari foto saya yang diubah, kemudian adanya film pendek yang menyinggung dengan halus. Belum lagi di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Bahkan termasuk berita-berita.
Sikap Anda bagaimana? Apa sudah ada tindakan?
Sejak saya menjadi menteri sosial saya bersikap lebih cool, itu tidak perlu ditanggapi berlebihan asalkan jangan memunculkan fitnah.
Apalagi, pada pilgub sekarang cukup memang, tapi jika ditanggapi berlebihan bisa menjadi. Semakin banyak orang melihat dan pada gilirannya menguntungkan pihak lain. Memang tujuannya memancing agar saya bereaksi.
Ada saran bagi pihak lain agar berkampanye lebih santun?
Sulit untuk mengontrol mereka sebab mungkin yang dicalonkan, tapi oleh pihak-pihak lain dengan akun anomim. Apalagi, sekarang orang bebas berekspresi. Saya hanya berharap agar sama-sama santun menyampaikan pesan ke masyarakat. Harus dibiasakan masyarakat untuk saling menghormati bila ada perbedaan. Tidak kemudian menjatuhkan dan memojokkan. Dengan cara ini, masyarakat yang akan menilai, siapa yang terbaik. (N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved