Pinggir Jalan di Purwakarta Dipenuhi Sampah

(RZ/N-1)
22/4/2018 23:30
Pinggir Jalan di Purwakarta Dipenuhi Sampah
(MI/ BARY FATHAHILAH)

KABUPATEN Purwakarta, Jawa Barat, tengah menghadapi darurat sampah. Ratusan kubik sampah dalam tiga pekan terakhir ini berserakan di sejumlah kompleks perumahan dan trotoar. Sampah yang belum terangkut itu mulai menimbulkan bau busuk.
Kebersihan di sejumlah titik di Purwakarta mulai kurang diperhatikan pemerintah setempat.

Seperti di trotoar Jalan Ipik Gandamanah, Jalan Veteran Kebon Kolot, dan di sejumlah kompleks perumahan, tumpukan sampah juga terlihat di Kampung Rawa Mekar RW 01, Kelurahan Tegalmunjul, Purwakarta. Trotoar yang dibangun sebagai sarana penunjang untuk para pejalan kaki beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah akibat tidak adanya petugas kebersihan.

“Sampah menumpuk di trotoar, pemandangan daerah sekitar menjadi kurang enak dilihat, serta menimbulkan bau yang tidak sedap,” kata seorang warga Tegalmunjul, Yusuf, Minggu (22/4). Menurutnya, saat ini trotoar sudah beralih fungsi, hak pejalan kaki direbut perilaku warga yang tidak bertanggung jawab.

Ungkapan senada disampaikan Nita Rahmawati, warga Perum Pa-norama Indah Kebonkolot. Sudah tiga minggu ini sampah tidak pernah diangkut padahal iuran kebersihan tiap bulan tetap dipungut melalui petugas RT setempat.

Bau menyengat pun muncul sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit terlebih setiap hari hujan turun. “Tumpulkan sampah dalam kantong plastik mulai mengganggu karena bau yang menyengat dan sudah berbelatung,“ ujar Nita.

Warga beharap dinas lingkungan hidup dan kebersihan segera mengangkut sampah yang sudah tersebar di lingkungan warga dan mengganggu lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Purwakarta Didi Suardi yang dimintai konfirmasi mengakui tumpukan sampah mulai mengganggu dan merusak lingkungan. Namun, menurut Didi, pihaknya belum bisa menangani secara maksimal karena kekurangan armada pengangkut sampah menyusul banyaknya kendaraan sampah yang rusak akibat truk-truk sudah berusia tua. “Kami mohon maaf karena saat ini kekurangan truk pengangkut sampah, yang ada pun sudah pada rusak,” kata Didi.

Didi berjanji segera menanggulangi secepatnya. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan sampah yang menumpuk akan mulai diangkat. “Secepatnya,  menunggu armadanya dulu,” kilahnya. (RZ/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya