Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Palembang Akhmad Najib mengaku geram menyaksikan galian di sepanjang jalan utama Palembang, tepatnya sepanjang Jalan Sudirman Kota Palembang, Sumatra Selatan.
Dan pada Minggu (22/4), Najib bersama semua instansi terkait melakukan inspeksi dadakan terhadap pengerjaan galian yang diduga tak berizin tersebut.
Setiba di lokasi penggalian, Najib langsung marah dan meminta aktivitas penggalian tersebut segera dihentikan karena mengetahui penggalian tersebut tidak berizin. "Saya minta ini dihentikan sekarang. Sebab ini tidak berizin," ucapnya.
Najib menjelaskan, pihaknya tengah bergerilya untuk membangun dan mempercantik Kota Palembang. Namun dengan galian yang tak berizin serta merusak jalan utama di Kota Palembang tersebut sangat berdampak buruk bagi kerapian dan pengguna jalan di seputaran penggalian tersebut.
"Kita ini mau menyambut Asian Games, kita mau mempercantik kota. Ini malah dibuat begini. Diperbaiki juga belum, tentu makan waktu untuk bisa kembali seperti semula. Ini menambah beban kita," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ahmad Bastari menambahkan, pihaknya sudah mengundang pihak terkait duduk satu meja ke kantor Dinas PUPR pada Februari lalu untuk menjelaskan SOP galian utilitas berdasarkan Kepmen PU.
"Sebagian besar sudah berjalan dan tidak ada kendala. Namun galian yang ada di Jalan Sudirman memang belum berizin dan belum ada koordinasi lebih lanjut kepada kita," paparnya.
Staf Asisten Pelaksanaan dan Monitoring Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel Yusuf menjelaskan, dalam pengerjaan galian pipa dan jaringan minimal galian dari top kabel memiliki kedalaman 1,5 meter.
Sedangkan pengerjaan galian di Jalan Sudirman ini tidak sampai. "Ini sangat menggangu bila ada pelebaran jalan dan tekanan dari bobot kendaraan," jelasnya.
Diakuinya, pihak PLN memang sudah berkoordinasi dengan pihaknya namun izinnya belum lengkap, salah satunya jaminan pelaksanaan pekerjaan.
"Seharusnya belum bisa menggali, harusnya yang punya kerjaan yang mengurus izinnya. PLN tidak mau mengeluarkan jaminan pelaksanaan pekerjaan. Sejauh ini pengerjaan mereka masih belum maksimal tidak sesuai dengan spesifikasi yang kami minta. Harusnya menggunakan alat bukan secara alami menunggu hujan dan tanah turun," katanya.
K3 PT Kontra Utama selaku pihak ketiga pengerjaan galian jaringan listrik PLN, Hari Darmawan menjelaskan, akan mengecek lagi mengenai perizinan proyek itu.
Menurut Hari, pihaknya akan berkoordinasi untuk memperbaiki kondisi jalan seperti sedia kala. Pengerjaannya sendiri diakuinya, berlangsung secara estafet dengan total sepanjang 2,5 kilometer dengan jangka waktu tiga bulan.
"Kami tahu ini sedikit meleset namun ini juga untuk mendukung kemajuan Kota Palembang. Sehingga listrik tidak akan padam lagi saat ada even besar seperti Asian Games," pungkasnya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved