Ramadan, Harga Beras Stabil

Faishol Taselan
19/4/2018 23:30
Ramadan, Harga Beras Stabil
(Antara)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan harga beras medium di seluruh wilayah di Indonesia selama Ramadan dalam kondisi stabil. Mendag mengaku sudah meminta informasi dan kepastian itu dari para kepala bulog dan kepala dinas perdagangan di daerah.

“Tadi, kami melakukan telekonferensi dengan seluruh kepala bulog dan kepala dinas perdagangan. Saya ingin memastikan harga beras stabil pada Ramadan,” tutur ­Enggar di Surabaya, Jatim, kamis (19/4).

Dia menjelaskan harga eceran tertinggi beras medium ialah Rp9.450 per kilogram. Namun, sejumlah kepala dinas perdagangan melaporkan harga beras medium masih berada di atas HET, seperti di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Ada juga daerah yang harga berasnya di bawah HET.

“Rata-rata di berbagai wilayah harga beras medium sudah sesuai HET. Bahkan di Aceh, Sulawesi Selatan, dan Jambi, harganya di bawah HET.” Mendag berjanji mendo-rong harga beras yang berada di atas HET bisa turun. “Saya pastikan mulai besok harga-harga beras medium di seluruh wilayah Indonesia semuanya sudah sesuai dengan HET.”

Di Surabaya, Mendag juga memberangkatkan pengirim-an beras dari Jawa Timur ke delapan provinsi. Ada empat truk trailer yang membawa 24 ton beras per truknya.

Dampingi petani
Kemarin, Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi para petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia menyatakan integrasi perusahaan BUMN harus mampu mendampingi petani untuk tidak menjual gabah ke tengkulak. Melalui mitra binaan BUMN, lanjut dia, pihaknya mendukung program penyerapan gabah petani sebagai langkah pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan dan pengendalian harga pangan. Di Karawang, upaya itu dilakukan Pupuk Indonesia Pangan, Pupuk Kujang, dan BUM desa di Kecamatan Tempuran.
“Petani menjual gabah ke mitra dengan harga sesuai sehingga petani tidak menjualnya ke para tengkulak,” tandas Rini.

Dari sejumlah daerah, kemarin, dilaporkan, pasokan komoditas pangan berlangsung aman dan lancar. Kondisi itu membuat harga beras di Kabupaten Klaten, Jateng, juga terus turun. “Sejak panen raya, Maret lalu, harga beras turun Rp500-Rp1.000 per kilogram,” ujar Maryati, pedagang di Pasar Klaten.

Komoditas lain yang turun harga ialah cabai rawit, cabai keriting, dan cabai teropong. Harga barang yang stabil ialah wortel, bawang merah, bawang putih, daging sapi, telur ayam, dan daging ayam. Di Kupang, NTT, staf ahli Menteri Perdagangan Dody Edward memantau stok dan harga bahan kebutuhan pokok di dua pasar modern. “Kami ingin pengelola pasar modern juga menjamin pasokan barang serta berkomitmen mengikuti aturan yang ada.”

 Dalam sidak itu, Doddy menemukan harga gula dan mi-nyak goreng dijual sesuai HET, sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp11.500-Rp12.000 per kg.  “Kami minta beras medium juga dijual di pasar modern. Pasang juga spanduknya sehingga konsumen melihat dengan jelas dan mengetahui harga barang dan ­kualitasnya,” ujar Dody. Di Bojonegoro, Jawa Timur, warga masih harus membeli beras medium dengan harga tinggi. “Kok harga beras masih mahal, padahal panen sudah berlangsung,” keluh Wartini, warga. (CS/JS/PO/YK/BB/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya