Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA tektonik dengan kekuatan 4,4 skala Richter dengan kedalaman 4 kilometer, mengguncang kawasan pegunungan di Banjarnegara, Jawa Tengah. Gempa terjadi pada pukul 13.28 WIB. Dalam peristiwa itu, dua warga Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, tewas akibat tertimpa reruntuhan, sedangkan puluhan lainnya harus dirawat karena mengalami luka-luka. Sementara itu, ada ratusan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kepala Puskesmas Kalibening, Ristiyono, mengungkapkan hingga petang kemarin, jumlah korban meninggal sebanyak dua orang. “Keduanya mengalami luka pada bagian kepala akibat reruntuhan. Korban tewas ialah Kasrih, 100, dan Sumardi, 80, warga Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening. Selain korban meninggal, ada 30 lebih warga harus dirawat di puskesmas. Beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit,” jelas Ristiyono.
Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, I Nyoman Sukanta, dalam keterangan persnya menyatakan gempa bumi tersebut berada pada jarak 52 kilometer (km) utara Kebumen atau 19 km arah tenggara Pekalongan.
Peta tingkat guncangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan dampak gempa bumi menimbulkan guncangan pada satu skala intensitas gempa bumi (SIG) atau II MMI (modified mercalli intensity) atau skala kekuatan gempa bumi di Banjarnegara.
“Jika ditinjau dari lokasi pusat gempanya, gempa bumi berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan lokal,” kata Nyoman dalam keterangan tertulisnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugrogo, menyatakan sebagian masyarakat Banjarnegara merasakan gempa tersebut. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara menyebutkan kerusakan terparah di Dusun Kebakalan, Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening.
“Bangunan rumah, sekolah, dan masjid di tiga RT dengan jumlah penduduk 136 kepala keluarga rusak. Gedung SMKN 2 Kalibening rusak, terutama atap genting di tiga kelas ambrol,” terang Sutopo.
Gempa di sekitar pegunungan utara Banjarnegara telah beberapa kali terjadi. Pada 12 Desember 2014, terjadi gempa di dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, dengan kekuatan 3,5 SR pada kedalaman 10 km. Sementara itu, pada 19 April 2013 juga pernah terjadi gempa di dataran tinggi Dieng dengan kekuatan 4,8 SR. Ratusan rumah rusak.
Gempa tektonik berkekuatan 4,4 SR juga terjadi di timur laut Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur kemarin sekitar pukul 16.15 Wita. Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru, Kupang, Robert Owen Wahyu, mengatakan tidak ada informasi kerusakan akibat gempa di daerah tersebut.
Kurang personel
Pada bagian lain, jumlah personel kebencanaan di Indonesia tidak mencukupi. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Muhamad Syaugi, mengatakan kebutuhan personel kebencanaan sekitar 7.000 orang.
“Kami sudah mengajukan kepada Menteri PAN Rebiro agar menambah personel. Saat ini kami hanya punya 3.500 personel yang menangani kebencanaan di seluruh Indonesia,” kata Syaugi saat meresmikan Kantor Pos Pencarian dan Pertolongan di Tasikmalaya, kemarin. (PO/AD/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved