125 Ribu Rumah di DIY belum Dialiri Listrik

Agus Utantoro
18/4/2018 20:04
125 Ribu Rumah di DIY belum Dialiri Listrik
(ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

MASIH terdapat sekitar 125 ribu rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belum memiliki sambungan listrik. Permasalahan utama belum tersambung dengan jaringan listrik adalah ketiadaan biasa penyambungan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam Rapat Kerja dan Pengendalian Pembangunan Triwulan I 2018 Pemprov DIY di Yogyakarta, Rabu (18/4), meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY mengalokasikan 2% APBD DIY untuk membantu warga yang belum memiliki sambungan listrik tersebut.

"Direktur PLN area Jawa Tengah-DIYmenceritakan sebanyak 125 ribu rumah tangga di pinggiran Kota Yogyakarta belum tersambung aliran listrik. Meskipun mereka sudah bisa menikmati," jelas Jonan

PLN, menurut Jonan, menyatakan persoalan itu lantaran ketidakmampuan warga membayar biaya sambungan listrik sebesar Rp1,3 juta per rumah.

Menurut Jonan permasalahan ketidakmampuan membayar biaya sambung ini sebenarnya bisa diatasi pemprov. Salah satunya adalah dengan menghemat APBD setiap tahun sebesar 2%.

"Jika dihitung kebutuhan total penyambungan listrik sebesar Rp175 miliar. Angka itu hanya sebesar 3% dari APBD DIY yang mencapai Rp5 triliun," katanya.

Mengenai mahalnya biaya sambungan listrik oleh PLN. Jonan mengatakan permasalahan utamanya adalah keterlambatan pembayaran tagihan oleh pelanggan PLN.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DI Yogyakarta Tavip Agus Rayanto mengatakan sebenarnya masalah penghematan 2% APBD tidak menjadi masalah dan akan disampaikan dalam musyawarah perencanan pembangunan (Musrenbag).

"Namun prinsipnya penghematan ini didasarkan bukan pada pengurangan kemiskinan, tetapi keberpihakan pada upaya peningkatan kesejahteraan keluarga miskin," jelasnya.

Tavip menyatakan ke depan hal ini akan dikaji dan dibicarakan dengan semua pihak terkait, terutama dengan PLN. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya