Infrastruktur Tol Dipercepat

Akhmad Safuan
15/4/2018 23:15
Infrastruktur Tol Dipercepat
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PEMBANGUNAN Tol Trans-Jawa ruas Pemalang-Semarang sepanjang 114 kilometer dikebut dan dipercepat dua kali lipat untuk mengejar agar dapat menjadi jalan fungsional saat mudik Lebaran pada Juni mendatang. Untuk keperluan percepatan itu, jalur pantura Gringsing, Kendal, segera diberlakukan buka tutup saat pemasangan girder jembatan tol.

Pemantauan Media Indonesia di pantura Minggu (15/4), pembangunan Tol Trans-Jawa ruas Pemalang-Semarang dikebut, ratusan pekerja dan puluhan alat berat dikerahkan. Pekerjaan pengecoran landasan dan jembatan ditingkatkan dengan penambahan material dari sebelumnya.

Jembatan Kali Kuto dipandang cukup berat pengerjaannya karena panjang dan baru tercapai pada tahap pemasangan fondasi dan tiang pancang. Demikian juga jembatan lain yang mencapai belasan titik.

Ruas tol sepanjang 114 kilometer sebagian besar sudah memasuki tahap pengecoran landasan setebal 25 sentimeter dua dan satu lajur. Namun, sebagian lainnya masih berupa pengerasan tanah.

Bekerja sama dengan kepolisian, jalur pantura di Gringsing, Kabupaten Kendal segera diberlakukan sistem buka tutup bersamaan pemasangan girder jembatan yang melintas di atas jalur pantura sepanjang 30 meter.

"Kita mengimbau kendaraan kecil dan roda dua dapat melintas di jalur alternatif saat pemasangan girder jembatan yang dilakukan mulai Jumat (20/4) mendatang," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Bakharuddin M.

Namun, dalam pemasangan 12 girder yang diperkirakan membutuhkan waktu 10 hari, demikian Bakharuddin, akan diupayakan tidak ditutup secara total. "Pemasangan satu girder membutuhkan waktu pemasangan 20 menit-25 menit, itu waktu buka tutupnya," tambahnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono saat melakukan pengecekan di ruas Tol Pemalang-Semarang Sabtu (14/4) mengatakan keyakinannya bahwa ruas tersebut dapat menjadi jalur fungsional saat mudik Lebaran mendatang. Penilaian itu dilihat dari progres pekerjaan. "Saya yakin ruas tol ini dapat menjadi jalur fungsional dan lebih baik dari saat mudik tahun lalu yang hanya menjadi jalur darurat," kata Basuki.

Peningkatan material yang sebelumnya 15 ribu meter kubik per hari, ujar Basuki, ditingkatkan menjadi 25 ribu-27 ribu meter kubik per hari. Demikian juga dengan peralatan dilakukan penambahan sehingga kecepatan pembangunan dapat dua kali lipat dari sebelumnya.

Rusak
Sementara itu, jalan alternatif menuju arah Tol Cipali di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, kondisinya belum diperbaiki. Kerusakan jalan dimulai dari lampu merah hingga menuju arah pertigaan Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andrianto mengatakan untuk mengurangi kemacetan pihaknya masih berkoordinasi antarpolres. "Memang jalan lintas selatan Jabar saat ini kondisinya masih rusak dan kurang penerangan jalan umum (PJU). Kami terus berkoordinasi dengan Polres Ciamis, Banjar, Garut, dan Tasikmalaya.

Diharapkan pemerintah daerah secepatnya memberbaiki jalan tersebut, terutama saat mengalihan arus lalu lintas di jalur selatan Jabar. Kebutuhan perbaikan jalan akan lebih meningkat pada saat mudik Lebaran. (AD/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya