Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kurir narkoba ditangkap polisi, Kamis (12/4). Di Palembang, Sumatra Selatan, PH, 33, warga Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak berdaya saat digerebek polisi di dalam sebuah kamar hotel.
Dari tangan pria yang tengah menunggu seseorang itu, petugas Badan Narkotika Nasional Sumatra Selatan menyita 2 kilogram sabu. “Penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan. Kami mengincar pelaku setelah mendapat informasi dari masyarakat,” aku Kabid Pemberantasan BNNP Sumatra Selatan Ajun Komisaris Besar Agung Sugiyono.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku membawa sabu dari Pekanbaru, Riau. Ia mendapat perintah mengantar sabu dari bandar berinisial BD, yang tinggal di Pekanbaru. “Saat itu saya berada di Jakarta. Karena ada perintah itu, saya berangkat ke Pekanbaru dan membawa sabu ke Palembang,” kata PH.
Sang bandar menjanjikan upah Rp25 juta untuk PH. “Saya baru menerima Rp4 juta untuk uang transportasi.” Polisi menduga jaringan ini sudah lama beroperasi. Mereka mengedarkan sabu dari satu provinsi ke provinsi lain. “PH mengaku baru sekali menjadi kurir. Namun, kami akan menelusuri lebih jauh dan mendalami pengakuannya,” lanjut Agung.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, polisi meringkus Idham Safruddin, 21, warga Jalan Batua Raya. Pria itu ditangkap saat mengendarai sepeda motor sambil membawa kantor keresek yang berisi 1 kilogram sabu. “Selain sabu 1 kg, disita barang bukti berupa alat timbangan dan sepeda motor. Kami menduga tersangka merupakan kurir,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani.
Dicky menambahkan, tersangka diduga anggota jaringan pengedar narkoba lintas daerah. Ia mengaku sabu milik bandar yang berdomisili di Samarinda, Kalimantan Timur. “Sabu diperkirakan bernilai Rp1 miliar. Makassar menjadi sasaran daerah pemasarannya,” lanjut Dicky.
Dari Samarinda pelaku tidak langsung membawa sabu ke Makassar. Alasannya, pengawasan dan pengamanan di pintu-pintu masuk kota ini diperketat petugas. Karena itu, pelaku masuk ke pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat, dan meneruskan perjalanan ke Makassar menggunakan jalan darat.
“Kami menduga, selain ke Makassar, kelompok ini juga mengedarkan sabu hingga Sulawesi Tengah. Kami menduga tersangka sudah sering beraksi,” tutur Dicky. Saat ini polisi masih mengejar dua rekan Idham di Makassar. Mereka merupakan jaringan bandar yang selama ini diduga berkoordinasi dengan cara transaksi terputus. (DW/LN/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved