Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Emzalmi-Desri Ayunda akan memimpin Kota Padang, Sumatra Barat, menjadi daerah yang bertumbuh dalam keanekaragaman.
Emzalmi lama menghabiskan waktu sebagai birokrat sedangkan Desri adalah seorang profesional di PT Semen Padang.
Pasangan yang diusung Partai NasDem dan mendapat dukungan luas dari Golkar, PDIP, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB, PPP, PBB, dan Perindo itu mengusung tagline profesional.
Pandangan itu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Seperti mantan anggota DPRD Kota Padang Nofrizal Chai yang mengungkapkan, sudah tidak saatnya lagi membedakan anak dan isi nagari dalam memilih pemimpin di kota ini.
Pasalnya, nagari-nagari di Kota Padang sudah heterogen dan dihuni oleh beragam etnis.
"Makanya, ke mana-mana saya selalu menjual Emzalmi-Desri Ayunda terkait konsep dalam membangun Kota Padang. Misalnya terkait pembangunan infrastruktur dan lainnya," ujar Nofrizal Chai ketika berdiskusi di Posko Relawan Emzalmi-Desri Ayunda di Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatra Barat, Minggu (8/4).
Bahkan tokoh Padang Pinggir Kota itu mencontohkan, Emzalmi-Desri Ayunda punya program pemerataan pembangunan infrastruktur di Kota Padang.
Karena faktanya, beberapa daerah di Kota Padang memang jauh tertinggal di bidang pembangunan infrastruktur dan masih termasuk kantong kemiskinan.
"Makanya, kita berharap Emzalmi-Desri melakukan pemerataan pembangunan secara berkeadilan dan menyeluruh pada 11 kecamatan di Kota Padang. Kita mendukung konsep ini, karena ini memang sesuai dengan harapan masyarakat," ujar pria yang kerap disapa Uda Chai itu.
Sebagai seorang yang kenyang makan asam garam birokrasi, lanjut Nofrizal, Emzalmi sangat paham kondisi infrastruktur di daerah ini.
"Setahu saya, yang punya konsep tentang ini hanya Emzalmi. Di mana-mana pidato di tengah-tengah masyarakat, pertemuan segala macam, Emzalmi menyampaikan pentingnya pemerataan pembangunan agar Kota Padang tidak menjadi kampung besar, tetapi kota modern yang tetap memiliki identitas budayanya," jelas Nofrizal.
Makanya, kata Nofrizal, nilai jual Emzalmi tersebut terletak pada konsep dalam membangun infrastruktur Kota Padang. Sedangkan Desri Ayunda nilai jualnya terkait strategi penuntasan kemiskinan di Kota Padang dengan cara meningkatkan perekonomian warga kota.
"Pasangan ini klop dan saling mengisi untuk Padang dan untuk kita semua warga kota ini, tokoh sekaliber Pak Syahrul Ujud saja mengapresiasi Emzalmi-Desri inj," pungkasnya.
Dalam Pilkada Padang 2018, dimana diikuti oleh dua pasangan, Emzalmi-Desri akan menantang pasangan Mahyeldi Ansharullah-Hendri Septa. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved