Karawang Darurat Kekerasan terhadap Anak

Cikwan Suwandi
06/4/2018 18:39
Karawang Darurat Kekerasan terhadap Anak
(Ilustrasi)

DUKA anak Indonesia dengan kematian bayi Calista di Karawang, Jawa Barat. menjadi momentum pemerintah daerah menggelar deklarasi bebas kekerasan terhadap anak di Kabupaten Karawang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA),  pemerintah daerah, dan Polres setempat diikuti sedikitnya 1.500 anak Indonesia.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Karawang, Jumat (6/4), mengatakan meninggalnya bayi Calista di Karawang merupakan kejadian tragis atas kekerasan terhadap anak.  Dan hal tersebut terjadi hampir di semua wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu melihat respons bupati dan Polres Karawang.  Kita sepakat untuk mendeklarasikan bebas kekerasan terhadap anak di Kabupaten Karawang. Calista menjadi momentum kita untuk melakukan perbaikan terus, " katanya.

Arist menjelaskan, jumlah kekerasan terhadap anak di Karawang kian meningkat. Sebanyak 11 kasus sudah terjadi dalam tiga bulan terakhir ini.  "Dan ini menjadikan Karawang sebagai wilayah darurat kekerasan terhadap anak," terang dia.

Lanjut Arist, dalam deklarasi itu juga dilaksanakan peluncuran 1.000 peluit sebagai deteksi dini kekerasan pada anak. Peluit deteksi itu akan dilakukan di seluruh Indonesia.

"Nanti anak-anak Indonesia akan dibekali peluit dan pemahaman di sekolah.  Ketika mereka terasa terancam mereka akan meniupnya dengan keras sebagai tanda freekick. Bunyi peluit akan menjadi tanda mereka butuh perhatian terhadap orang-orang di sekitar mereka," terang dia.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, mengatakan program-program untuk mengarahkan  orang tua untuk mencintai dan membimbing anak akan dilakukan pemerintah.  

"Sehingga bimbingan ini akan menjadikan anak-anak Indonesia yang penuh kasih sayang. Kami harapkan tidak akan adalagi kekerasan terhadap anak. Pemerintah akan serius untuk melindungi anak-anak di Karawang," pungkasnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya