Terobos Malam demi KTP Elektronik

Nurul Hidayah/N-2
06/4/2018 07:50
Terobos Malam demi KTP Elektronik
(MI/NURUL HIDAYAH)

RUANGAN temaram di balai pertemuan kampung di RW 02, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, itu, dipenuhi puluhan warga. Rabu (4/4) malam itu, warga datang sambil membawa berkas kependudukan.

Seorang petugas menerima berkas mereka. Ia harus menggunakan senter yang diikatkan di kepalanya untuk bisa membaca berkas itu.

Seluruh proses untuk perekaman KTP elektronik dilakukan di ruangan tersebut. Mulai pemeriksaan berkas, perekaman sidik jari, foto, scan retina mata, hingga tanda tangan.

Dibuka sejak pukul 20.00 WIB hingga satu jam kemudian sudah lebih dari 150 orang yang melakukan perekaman. Malam itu, proses perekaman baru tuntas sekitar 23.00 WIB.

"Di wilayah kami, cukup banyak warga yang belum memiliki KTP elektronik dan belum melakukan perekaman. Khusus di RW 02, ada sekitar 700 orang yang belum memilikinya," kata Lurah Sunyaragi, Rustim.

Ia sangat menyambut solusi perekaman di malam hari di tingkat RW ini. "Kalau siang hari kan warga banyak yang bekerja. Pelajar juga sekolah."

Melihat minat warga yang cukup tinggi melakukan perekaman KTP elektronik di malam hari, ia berjanji akan meminta perekaman juga bisa dilakukan di RW lain.

Kabid Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cirebon, Rahmat Saleh, mengakui terobosan jemput bola harus dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini, masih ada 19.629 warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Kondisi itu akan mengganggu suksesnya penyelenggaraan Pilkada 2018.

"Perekaman KTP elektronik di malam hari dengan mendatangi lingkungan warga menjadi terobosan kami. Dinas datang langsung ke warga sehingga warga tidak sulit dan tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor dinas kependudukan," tambahnya.

Perekaman data di malam hari langsung di tingkat RW sudah dua kali dilakukan Rahmat dan anak buahnya. Malam sebelumnya, aksi serupa dilakukan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti.

Sayangnya, di lokasi ini hanya 42 warga yang datang dan melakukan perekaman. Namun, Rahmat tidak putus asa.

"Kami akan terus mendatangi RW-RW di malam hari, sampai seluruh warga bisa melakukan perekaman dan mendapatkan KTP elektronik," janji Rahmat.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya