Pakar: Buka Medsos Sama Dengan Buka Privasi

Agus Utantoro
05/4/2018 20:19
Pakar: Buka Medsos Sama Dengan Buka Privasi
(thinkstock)

PAKAR digital forensik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yudi Prayudi menegaskan, membuka media sosial Facebook berarti juga membuka privasi.

"Secara sadar memang kita memproteksi data-data yang diposting dan tulis di Facebook dari kemungkinan penggunaan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Namun secara tidak sadar, dengan teknik pengambilan data tertentu maka semua aktivitas yang kita lakukan dalam Facebook, atau bahkan melalui aplikasi lain yang juga tersambung dengan Facebook, data-data kita secara diam-diam diolah oleh internal Facebook," katanya kepada Media Indonesia di Yogyakarta, Kamis (5/4).

Ia mengemukakan, data yang diolah memang tidak sampai pada data pribadi, namun lebih mengarah pada aktivitas dan kecenderungan pribadi.

"Aktivitas dan kecenderungan pribadi ini didapat dengan cara mengolah data dari foto dan video yang kita unggah, like yang berikan, komentar yang kita berikan, check in yang kita lakukan," katanya.

Ia mengatakan, dari data inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemasang iklan agar produk iklan tepat sasaran. Karena itu, ujarnya, tidak perlu heran kalau sehabis memberikan like pada foto seseorang yang sedang membeli kue, halaman Facebook kita akan muncul iklan yang terkait dengan kue.

"Mesin pengolah data Facebook demikian hebatnya dan dapat diibaratkan sebagai tentakel gurita yang mencengkeram data pribadi kita. Mesin inilah yang memberikan hasil korelasi data yang diberikan oleh user Facebook melalui akun masing-masing," jelasnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya