Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ZERO burning, dua kata itu selalu mengiang di telinga Roslin Azmy Hazan. Petinggi di Minamas Plantation, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, tidak mau berlama-lama menjawab dengung itu.
Dengan merangkul sejumlah perguruan tinggi, Roslin menggebrak bergulirnya program Desa Mandiri Cegah Api. Ini salah satu cara untuk mengubah kebiasaan masyarakat di sekitar lahan konsesi perusahaan untuk tidak membakar saat melakukan kegiatan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan.
Tak hanya di satu desa geb-rakan dilakukan. Minamas Plantation menggulirkannya di 19 desa yang menjadi binaan mereka di Sumatra dan Kalimantan. "Alhamdulillah, ternyata cukup efektif dalam menangkal ancaman kebakaran lahan. Melalui program Desa Mandiri Cegah Api, kebiasaan membakar setiap hendak membuka lahan pertanian secara signifikan berkurang menuju zero burning," ungkap Roslin, Head Plantation Operations Minamas Plantation, di Jambi.
Kemarin, Roslin mendatangi salah satu desa binaan, yakni Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi. Di desa itu, bekerja sama dengan pakar dari Universitas Jambi, mereka mengimplementasikan program pencegahan kebakaran berbasis desa. Program dilaksanakan di lingkungan petani plasma perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bahari Gembira Ria, anak perusahan Minamas Plantatiton.
Roslin pun puas. Berulang kali senyum terkembang di bibirnya. Menurut Roslin, di Jambi program pencegahan kebakaran berbasis desa dimulai sejak 2017. Ada empat desa yang dirangkul, seluruhnya di sekitar lahan gambut. Keempat desa itu ialah Desa Sumber Agung, Parit, Arang-Arang, dan Desa Gambut Jaya.
Program yang digelar merupakan lanjutan dari program serupa yang dilaksanakan di 15 desa sekitar wilayah operasional anak usaha Minamas Plantation sejak 2015.
Dalam program lanjutan selama 6 bulan yang dimulai Oktober 2017, PT Bahari dan Universitas Jambi melakukan program pencegahan kebakaran berbasis desa di sekitar perusahaan. Dalam perjalanan, desa-desa mandiri cegah api terwujud dan dilanjutkan masyarakat.
Wakil Rektor Universitas Jambi Zulkifli Alamsyah menyebutkan awal program digelar dengan mempelajari cara hidup bersama di tengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi faktor sosialekonomi yang menyebabkan warga membakar lahan, serta mengevaluasi pendekatan yang paling tepat.
"Pada 2011-2016, kebakaran besar terjadi rata-rata dua kali dalam satu tahun. Setelah program digulirkan, pada 2017-2018, hampir tidak ada lagi kebakaran di empat desa di Jambi," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved