Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN Tol Jakarta-Bandung yang melintasi Cianjur dan Sukabumi menjadi solusi tepat untuk mengurangi beban lalu lintas di kawasan Puncak, Jawa Barat. Longsor yang terjadi di kawasan Puncak diduga akibat terlalu beratnya beban, yaitu penduduk dan kendaraan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, beban kendaraan yang melintasi jalur Puncak, Jawa Barat, sudah terlalu besar sehingga perlu dicari alternatif yang lain. "Perlu Tol Jakarta-Bandung via Sukabumi Cianjur untuk mengurangi beban puncak," kata Bambang di Bandung, kemarin.
Kawasan Puncak Jawa Barat tergolong rawan longsor sehingga beban harus dikurangi. Terlebih kondisi tanah di Puncak memang rentan bencana.
"Memang harus ada kajian lebih dalam, tapi yang lebih strategis, bagaimana memecah penumpukan penduduk dan lalu lintas di daerah itu," tambahnya.
Pada kesempatan sama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur meminta rencana pembangunan Jalur Puncak 2 dilakukan untuk mengurangi beban lalu lintas di daerah itu. Hal itu terungkap saat rapat Badan Kerja Sama Pembangunan Jabodetabekjur yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kemarin. "Harus dipertimbangkan untuk membangun poros tengah, Puncak 2 dari Sentul ke Cipanas," jelasnya.
Pembayaran lahan
Proses pengadaan lahan untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dalam tahapan pembayaran. Sebanyak 85 bidang tanah milik warga di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, telah menerima uang pengganti proyek nasional kereta cepat itu. "Hampir 90% warga di empat rukun warga telah menerima uang penggantian sejak awal rencana proyek tersebut. Kami bersama konsorsium langsung melakukan sosialisasi ke warga yang lahannya terkena pembangunan kereta cepat," kata Lurah Utama, Handi.
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium proyek pembangunan trase kereta cepat Jakarta-Bandung telah menyiapkan anggaran Rp278 miliar untuk membebaskan 304 bidang tanah di Cimahi. "Kami targetkan, minggu kedua di April ini semuanya bisa beres. Kalau tidak ada aral melintang, warga bisa menerima pembayarannya melalui BRI," kata Dirut PT PSBI, Natal Argawan Pardede.
Sementara itu, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I di Banjarnegara dan Klaten, Jawa Tengah, akan membangun jalan dan perbaikan jalan persawahan. TMMD Sengkuyung I yang berlangsung pada 4 April hingga 3 Mei ini juga diisi dengan penyuluhan.
Pada bagian lain, Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan berbagai rekayasa demi mengatasi arus mudik Idul Fitri. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau pembangunan jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor di Stasiun Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kemarin, mengatakan akan menerapkan manajemen lebih detail saat musim mudik. "Waktu liburan sekolah, kita akan jual tiket kereta api khusus seminggu sebelumnya agar mereka bisa mudik awal," jelas Budi. (DG/LD/JS/BB/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved