Warga Dilarang Mendekat Kawah Sileri Radius 200 Meter

Liliek Dharmawan
02/4/2018 16:15
Warga Dilarang Mendekat Kawah Sileri Radius 200 Meter
(ANTARA/ANIS EFIZUDIN)

KONDISI kawah Sileri di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, berangsur-angsur kondusif. Hingga Senin (2/4) tidak ada letusan susulan, setelah pada Minggu (1/4) terjadi letusan freatik dengan lontaran material lumpur setinggi 150 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip, mengatakan bahwa setelah adanya letusan freatik pada Minggu lalu, tidak ada lagi letusan susulan.

Hanya ada hembusan asap kawah tipis hingga tebal dengan ketinggian 10-60 meter.

"Setelah terjadi letusan freatik yang menyemburkan material lumpur setinggi 150 meter dengan jarak lontar 50 meter, kawah Sileri kembali kondusif. Hari ini tidak ada letusan susulan," ujar Surip di Banjarnegara, Senin siang.

Meski demikian, kata Surip, pihaknya mengeluarkan rekomendasi mengenai larangan bagi warga untuk mendekati kawah Sileri dengan radius 200 meter dari bibir kawah.

Kepala Badan Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pos Pemantauan Dieng untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Kami menerjunkan petugas guna memantau kondisi kawah dan melarang warga untuk mendekati kawah. Larangan yang ditetapkan adalah tidak boleh beraktivitas pada radius 200 meter," jelas Arief. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya