Merawat Keberagaman Dalam Perayaan Paskah

Nic/Uks/HJ/PO/X-7
02/4/2018 07:40
Merawat Keberagaman Dalam Perayaan Paskah
Para remaja membawakan Tari Sawat yang diiringi musik tifa totobuang yang merupakan musik tradisional bernapaskan Islam di depan Gereja Katedral St Fransiskus Xaverius, di Jalan Pattimura, Ambon, Jumat (30/3)(MI/HAMDI JEMPOT)

KEBINEKAAN dan toleransi mewarnai perayaan Trihari Suci Paskah 2018 di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Katedral St Fransiskus Xaverius, Jalan Pattimura, Ambon, belasan kaum muda muslim Ambon menyambut Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, dan para tokoh agama lain di depan pintu gerbang gereja dengan menabuh tifa totobuang dan membawakan tarian bernapaskan Islam, tari Sawat, Jumat (30/3).

Di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidomukti Salatiga, Jawa Tengah, paduan suara mahasiswa IAIN Salatiga bernyanyi di gereja itu pada perayaan Paskah, kemarin.

Di halaman Gereja Katolik Sang Penebus di Sentani, Papua, terlihat beberapa anggota remaja masjid memasang sepanduk bertuliskan ucapan selamat Paskah bagi umat Nasrani. 'Mari Kita Sama-Sama Menjaga Keutuhan Toleransi Sesama Umat Beragama', tertulis di spanduk.

Uskup Amboina mengatakan agama itu harusnya jadi pe-mersatu. Hal serupa disampaikan perwakilan MUI Maluku Saidin Ernes. "Perbedaan mempercantik hubungan sesama saudara. Kehadiran kami menandakan kuatnya hubungan persaudaraan antarumat ber-agama di Maluku," kata dosen IAIN Ambon itu.

Sementara itu, ribuan umat Kristen di Kota Kupang, NTT, merayakan Paskah dengan menggelar pawai obor, kemarin. Di Yogyakarta, ribuan umat Katolik dari berbagai paroki di sana mengikuti perayaan Vigili Paskah (misa malam Paskah).

Di Jakarta, ribuan jemaah keluarga besar Gereja Betel Indonesia (GBI) merayakan Paskah di Monas. Hadir pada acara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Nic/Uks/HJ/PO/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya