Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR gembira bagi masyarakat Bali. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Buleleng tetap dilanjutkan.
Hal itu disampaikan Luhut seusai mendengarkan paparan PT Pelindo III di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (29/3) kemarin. Pada kesempatan itu, Luhut didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Staf Ahli Menteri Keuangan Susiwijono Moegiarso, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Direktur ITDC, Badan Ekonomi Kreatif, dan instansi terkait lainnya.
Luhut mengatakan, rencana pembangunan Bandara Buleleng itu dilanjutkan setelah mempertimbangkan masukan Gubernur Bali Pastika terkait ketimpangan antara Bali Utara dan Bali Selatan. Upaya untuk mengatasi ketimpangan itulah yang mendasari Pemprov Bali mendorong dibangunnya bandara tersebut.
Sebelumnya, pada awal bulan ini, Luhut mengatakan rencana pembangunan bandara Buleleng tidak layak, sesuai hasil survei World Bank (Bank Dunia). Namun, saat Rapat Koordinasi di Kantor Menko Maritim pada 19 Maret lalu, Gubernur Pastika berhasil meyakinkan Tim Konsultan Bank Dunia betapa pentingnya Bandara Buleleng untuk mengatasi ketimpangan pembangunan Bali Utara dengan Bali Selatan. Tim konsultan pun memenuhi permintaan Pastika untuk dilakukan survei ulang rencana pembangunan Bandara Buleleng.
Menurut Luhut, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan bandara itu direncanakan pada Agustus mendatang. Hanya soal tempat pembangunan bandara tersebut, apakah di darat atau di laut, belum diputuskan.
"Mudah-mudahan Bapak Presiden bisa melakukan groundbreaking (Bandara Buleleng) bulan Agustus mendatang," kata Luhut.
Selain bandara tersebut, perpanjangan apron di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga tetap dilakukan. Menurut Luhut, pembangunan bandara itu ditunjang dengan jalan tembus yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan serta membuat jalan lingkar. Semua proyek tersebut dilakukan sekaligus untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata di Indonesia yang sudah menjadi komitmen pemerintah.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nengah Tamba, menyambut gembira rencana pembangunan Bandara Buleleng tetap dilanjutkan.
"Saya sangat gembira mendengar pernyataan Pak Luhut setelah dijelaskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bahwa beliau akan segera mengusulkan ke Presiden agar Agustus groundbreaking," kata Tamba, di Denpasar, Jumat (30/3).
Ia mengatakan, keputusan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan bandara itu patut diapresiasi. Ia berharap, pembangunan Bandara Buleleng segera diwujudkan sesuai komitmen Pemprov Bali untuk menjaga keseimbangan pembangunan Bali Utara dengan Bali Selatan.
Terkait lokasi rencana pembangunan bandara, ia menegaskan, hal itu bukan menjadi masalah yang serius sepanjang sesuai kajian. Ia tidak mempersoalkan lokasi pembangunan bandara ini, apakah di laut atau darat.
"Itu sangat luar biasa dan kita tidak lagi berpikir, mau di darat atau di laut. Silakan dikaji, di mana layaknya," ujar Tamba.
Ia pun berharap izin penetapan lokasi Bandara Buleleng dari Menteri Perhubungan segera turun.
"Penlok harus memang turun, biar bisa persiapan. Karena preparing perlu waktu lama," tegasnya.
Menurut dia, jika izin Penlok turun, maka akan melengkapi kebahagiaan masyarakat Bali, yang sebelumnya kecewa dan resah setelah adanya pernyataan Luhut bahwa rencana pembangunan Bandara Buleleng tidak layak sesuai survei Tim Konsultan Bank Dunia.
"Dengan kabar terbaru ini, kita sudah sangat gembira. Apalagi kalau Penlok turun, tentu kita bahagia. Apalagi dari peristiwa kacau balau kemarin, bikin orang stroke. Sekarang mendengar seperti ini dari Menteri, seperti hadiah. Mimpi mau jadi kenyataan, mudah-mudahan dream come true," ucapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved