Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan terus menelusuri aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba. Polda Sulsel pun menggandeng Interpol untuk mencari aset tersangka kasus dugaan penggelapan dan penipuan dana calon jemaah umrah itu di luar negeri.
Itu dilakukan kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani lantaran Hamzah diduga memiliki aset di Singapura. Namun, penyidik Polda Sulsel belum dapat memastikannya karena butuh penelurusan lebih lanjut.
Keterlibatan institusi seperti Interpol sangat dibutuhkan. Pasalnya, Singapura merupakan salah satu negara yang cukup ketat dalam hal adiministrasi keuangan.
"Tidak gampang menyita uang dan barang di Singapura. Kalau masalah narkoba, masalah teroris, bisa bangun kerja sama. Tapi masalah uang, masalah aset, mereka agak susah. Kalau pun terbukti ada asetnya di sana, harus menyurat ke sana. Bagus kalau diterima. Tapi kalau tidak, kami tidak bisa intervensi. Karena setiap negara ada otoritasnya masing-masing," urai Dicky di Makassar, Jumat (30/3).
Sejak awal pekan lalu, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik Hamzah Mamba. Mulai dari mobil, motor mewah, kantor pusat Abu Tours, tanah, dan rumah mewah. Terbaru, penyidik menyita apartemen mewah di kawasan Kota Makassar. Barang-barang sitaan itu ditaksir bernilai lebih dari Rp100 miliar.
Sebelumnya, penyidik Polda Sulsel juga memeriksa M Ridwan, Kepala Cabang Abu Tours Palembang.
"Dia diperiksa selama lima jam sebagai saksi, karena ada sekitar 8 ribu jemaah Abu Tours di Palembang, yang juga belum berangkat," lanjut Dicky.
Ridwan sendiri ternyata sudah berkali-kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sumatra Selatan, tapi malah memilih pulang ke Makassar. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved