Festival Pesona Tambora 2018 bakal Lebih Semarak

Micom
29/3/2018 22:05
Festival Pesona Tambora 2018 bakal Lebih Semarak
(Ist)

BAGI pelancong yang menyenangi petualangan di alam bebas, ada baiknya datang ke Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), pada 9-11 April mendatang. Pasalnya, di sana bakal berlangsung Festival Pesona Tambora 2018.

Keindahan dan eksotisme Gunung Tambora sudah diakui dunia. Tak mengherankan jika Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut memujinya. Menurutnya, potensi Gunung Tambora sangat luar biasa. Pesonanya sudah tak terbantahkan. Untuk itu, Kemenpar memberikan dukungan penuh terhadap Festival Pesona Tambora 2018.

“Pariwisata akan menjadi lebih besar jika didukung dan dibesarkan melalui promosi yang baik. Promosi yang kita lakukan dengan berbagai saluran, utamanya melalui media digital. Sehingga nantinya destinasi Gunung Tambora akan lebih mendunia lagi,” ungkap Menpar, Kamis (29/3).

Ia menilai, seluruh potensi tersebut akan terekspos maksimal jika atraksi pariwisata yang ditampilkan dikelola serta dipromosikan dengan baik oleh Kemenpar, pemerintah daerah, dan juga Generasi Pesona Indonesia (Genpi).

"Sebuah event harus dipromosikan dengan baik. Sehingga nantinya dapat mengundang wisatawan datang. Time schedule-nya juga harus diperhatikan. Sehingga wisatawan bisa jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk datang," ujarnya melalui keterangan yang dirilis Kemenpar.

Menurut Arief, Festival Pesona Tambora 2018 termasuk yang memiliki persiapan bagus. Untuk itu, Menpar yakin pelaksanaan tahun ini akan lebih meriah.

"PT 2018 ini akan lebih meriah. Kegiatan yang ditawarkan lebih menarik. Semua bisa menyatu dengan eksotisme alam Gunung Tambora. Jadi jangan sampai dilewatkan begitu saja,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Gunung Tambora memiliki ikon yang sudah mendunia, yaitu kaldera raksasa. Kaldera ini terbentuk pascaletusan dahsyat Gunung Tambora pada 1815 silam.

Kaldera ini menjadi salah satu yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Maklum, value kaldera raksasa ini cukup tinggi. Sebab, tidak semua taman nasional memilikinya. Rugi rasanya kalau sudah jauh-jauh ke Tambora tapi melewatkan peluang keajaiban alam ini.

Apalagi, Kaldera Tambora akan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Fokusnya ialah untuk pendakian. Adapun pengelolaannya tetap di Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT)

Keseriusan itu sudah terlihat. Sebab, TNGT sudah memiliki atraksi di empat jalur utama pendakian. Lebih tepatnya jalur pendakian Piong, Doro Ncanga, Kawinda Toi, dan Pancasila.

Buat para petualang, jalur pendakian yang disarankan adalah Kawinda Toi dan Pancasila. Sementara untuk konsep pendakian happy fun, dengan tidak mengurangi nilai petualangannya, dibuka di jalur Doro Ncanga dan Piong.

Jalur Piong memiliki karakteristik relatif datar, sehingga treknya tidak terlalu berat bagi awam. Selain itu bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Hanya memerlukan waktu dua sampai tiga jam untuk bisa menikmati Kaldera Tambora. Jalur ini juga bisa digunakan untuk wisata berkuda.

Trek ke Kaldera Tambora sangat diminati pendaki gunung mancanegara. Tahun 2017 lalu, 30.847 wisman berkunjung ke TNGT. Jumlah itu didominasi turis asal Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Prancis.

Untuk tahun ini, pendakian Gunung Tambora akan dilaksanakan pada 9 April. Pada penyelenggaraan tahun ke-4, FPT 2018 disiapkan lebih detail. Penyelenggaraan festival ini melibatkan 5 kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa. Mereka akan unjuk potensi dan kekhasan daerah masing-masing.

Untuk menyemarakkan FPT 2018, Tamborun dan turing pecinta motor gede (moge) akan digelar 1 April. Kegiatan ini akan melewati beberapa spot menarik termasuk Doro Canga. Konsep sport tourism juga semakin ditegaskan dengan Tambora Challange dengan rute lari sepanjang 320 kilometer.

Tambora Challange ini akan mengambil start dari Sumbawa Barat dan finis di wilayah Doro Canga, Kabupaten Dompu. Even berstatus internasional sedikitnya diikuti 8 negara yang telah menyatakan akan ambil bagian, di antaranya berasal dari Malaysia dan Australia. Tambora Challenge akan melibatkan 50 atlet lari. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya