Presiden Tegaskan Penyelesaian Tol Jawa

Sri Utami
29/3/2018 18:14
Presiden Tegaskan Penyelesaian Tol Jawa
(ANTARA/Siswowidodo)

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan Pemerintah harus mampu bersaing dengan negara lain dalam pembangunan infrastruktur.

Jokowi saat meresmikan Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan, Jawa Timur, Kamis (29/3), menilai pembangunan infrastuktur masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga yang sebelumnya justru belajar dari Indonesia membangun Tol Jagorawi.

Dia pun meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk segera menyelesaikan Tol Pulau Jawa (Merak-Banyuwangi) sesuai target akhir 2019 mendatang.

"Target saya akhir 2018 tol dari Merak ke Pasurauan sudah harus tersambung. Akhir 2019 Merak ke Banyuwangi harus tersambung. Terserah Pak Menteri mau tidak libur atau tidak tidur, kita sama saja. Pokoknya harus sudah tersambung," tegasnya.

Dia menambahkan dalam kurun waktu 40 tahun pemerintah hanya membangun 780 kilometer tol. Jumlah ini tertinggal jauh dengan Tiongkok yang mampu membangun 280.000 kilometer tol.

"Seribua saja kita belum. Betapa kita sangat ditinggal jauh. Inilah yang ingin kita kejar cepat bukan hanya urusan jalan nasional, tol atau penbangkit listrik, pelabuhan, air port semuanya harus cepat dibangun," imbuhnya.

Pembangunan dan investasi infrastruktur menjadi pondasi penting untuk menjadi negara maju dan mampu bersaing dengan negara lain. Selain itu pemerintah harus mampu meningkatkan dan fokus terhadap invetasi sumber daya manusia.

"Keduanya pondasi penting agar kita menang bersaing dengan negara lain. Jangan harap menang kalau dua ini tidak dengan baik ditangani," imbuhnya.

Selanjutnya Jokowi meminta gubernur dan menterinya untuk menghubungakan tol yang telah siap tersebut dengan pelabuhan, bandar udara, kawasan industri dana lainnya. Hal ini bertujuan untuk bisa menciptakan daya saing serta menekan biaya.

"Jadi agar biaya bisa ditekan sedemikian mungkin, produk kita bisa bersaing dengan negara lain. Tanpa itu lupakan. Tapi untuk tol ini setidaknya untuk Lebaran tahun ini bisa digunakan," paparnya.

Tol Ngawi-Wilangan sepanjang 51,95 kilometer tersebut dapat memajukan taraf perekonomian masyarakatnya. Pembangunan yang diambil alih pemerintah dari Australia pada 2015 lalu, sebagai bentuk komitmen pemerintah memajukan daerah tersebut.

"Dulu saya sampaikan dulu dipegang Australia, kita ambil alih dikerjakan Waskita dan Jasa Marga," ucapnya.

Sementara itu Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menuturkan tol Jawa yang siap dioperasikan ini akan terkenda dampak penurunan tarif tol. Pemerintah telah menetapkan skema penurunan tarif pada 39 ruas tol yang saat ini memiliki tarif di atas Rp1.000.

Skema perpanjangan konsesi hingga 50 tahun dan penyederhanaan golongan kendaraan dari lima menjadi tiga golongan akan diterapkan pada seluruh ruas tol tersebut. Sedangkan, khusus tiga ruas tol lain yaitu Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Kertosono-Mojokerto juga akan menggunakan skema insentif pajak.

"Ada 39 ruas tol di atas Rp1000 dan kiami evaluasi selqin penyederhanaan dari 39 itu 36 dievaluasi tarifnya bisa hanya dikompensasi dengan tambahan konsesi itu, yang tiga ruas itu yang ditambah konsesi plus insentif pajak," jelasnya di usai meresmikan Tol Ngawi Wilangan di Madiun, Jawa Timur.

Saat ini, Pemerintah masih dalam proses penyusunan Keputusan Menteri PUPR terkait penurunan tarif tol ini. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya