Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 1.000 orang menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/3). Massa tergabung dalam Aksi Rakyat NTT Menggugat menuntut pemerintah Provinsi NTT melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.
Tuntutan itu dilayangkan kepada pemerintah daerah lantaran banyaknya kasus perdagangan manusia, serta banyak TKI asal NTT menjadi korban kekerasan majikan di negara tersebut.
Sebelum tiba di Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari, Kupang, massa mengawali unjuk rasa di Polda NTT sejak pukul 10.00 Wita. Dari sana, mereka bergerak ke kantor gubernur untuk bertemu Gubernur Frans Lebu Raya. Namun, keinginan massa untuk bertemu gubernur tidak tercapai.
Kondisi tersebut menyulut kemajarran massa sehingga mereka membongkar paksa Tugu Meriam yang berada di depan kantor gubernur. Massa juga membawa poster dan berorasi di depan kantor gubernur. Namun sampai mereka bubar, Gubernur Frans Lebu Raya tidak menemui mereka.
"Kami minta pemeirntah pusat dan daerah mendengar suara dan korban perdagangan orang," kata Elcid Li, salah satu pengunjuk rasa saat berorasi.
Dia mengatakan penanggulangan perdagangan orang di NTT dilakukan secara parsial sehingga tidak menyentuh substansi.
Sementara itu, Gubernur mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk mencegah tenaga kerja asal NTT bepergian secara ilegal.
"Kami tidak melarang orang untuk bepergian, tetapi bagi setiap orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri harus dilengkapi persyaratan administrasi sesuai prosedur," ujarnya kepada wartawan.
Dia juga minta bupati, wali kota, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BNP2TKI) memantau orang yang bepergian ke luar negeri melalui proses legal.
"Saya juga minta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk tegas mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved