Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AIR memegang peranan penting bagi makhluk hidup sebagai salah satu penunjang kehidupan. Keberadaan air memberikan banyak manfaat bukan hanya sebagai material untuk dikonsumsi. Karena itu, melestarikan air sebagai sumber daya yang bisa diperbarui menjadi penting.
Salah satu upaya melestarikan air ialah dengan pelestarian alam agar air bisa terus diproduksi dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Imam Santoso mengatakan upaya menjaga air dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat.
"Upaya yang dilakukan lebih kepada menjaga kualitas dan kuantitas air. Jadi, kita inisiasikan upaya penghijauan di sekitar sumber air seperti danau dan air dan mengajak komunitas setempat untuk ikut menjaga wilayah sekitar air dan juga mendorong pemda (pemerintah daerah) untuk menjaga sumber air," kata Imam kepada Media Indonesia, Kamis (22/3).
Upaya melestarikan lingkungan tersebut akan mengembalikan kualitas air, terutama di 15 sungai di Indonesia yang saat ini termasuk dalam kategori kritis. Untuk menjaga kuantitas air, Kementerian PU-Pera menjaganya dengan membangun fasilitas penampung air seperti bendungan dan embung.
Peran komunitas, lanjut Imam, punya andil besar. Kementerian pun menyinergikannya dengan Balai Wilayah Sungai, PU-Pera, yang ada di sejumlah tempat. Ia mencontohkan upaya komunitas yang sukses dalam melestarikan alam untuk kebaikan air ialah komunitas di bantaran Sungai Kalimas, Surabaya, Jawa Timur.
"Sebelumnya di sana ada spesies ikan yang sudah tidak terlihat, tapi kemudian dengan upaya pelestarian lewat penghijauan dan berbagai inisiatif hijau lainnya, spesies ikan tersebut kini kembali ke Kalimas. Tapi memang ada yang masih belum terbenahi, seperti di Citarum," ujar Imam.
Pengelolaan DAS
Salah satu upaya untuk melestarikan alam yang berguna juga terhadap pelestarian air ialah melalui pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS (PEPDAS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yuliarto Joko Putranto mengatakan pihaknya memprioritaskan empat hal dalam pengelolaan DAS di 15 DAS prioritas.
Keempat hal tersebut ialah memperbaiki tutupan hutan dan lahan dengan pendekatan sustainable forest and land management untuk memulihkan lahan kritis, mencegah erosi dan sedimentasi, pengelolaan sumber daya air, dan pengelolaan sosial dan kelembagaan yang bersifat koordinasi. "Untuk pengelolaan sosial dan kelembagaan ini, kami mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan perda (peraturan daerah) pengelolaan air sebagai payung hukum pengelolaan air. Saat ini di Indonesia sudah terdapat 22 perda pengelolaan air yang diterbitkan dan kami terus upayakan agar bisa mencakup 15 DAS prioritas tersebut," kata Yuliarto.
Upaya menggandeng masyarakat dan kalangan industri untuk ikut merawat air juga terus diupayakan agar pada 2019 mendatang seluruh DAS prioritas dapat selesai direhabilitasi. Hal itu dilakukan karena KLHK terganjal oleh keterbatasan anggaran dalam rehabilitasi DAS sehingga tanggung jawab sosial perusahaan dan keterlibatan masyarakat ikut dimaksimalkan.
Dalam siklus hidrologi, lanjut Yuliarto, DAS terbagi dalam tiga bagian, dua di antaranya perlu mendapat perhatian ialah pada bagian hulu yang menjadi produsen dan regulator air, kemudian bagian distribusi air sebelum sampai ke hilir yang merupakan bagian terpenting dalam pemanfaatan air. "Bagian distribusi inilah yang dikelola dengan memanfaatkan bentang lahan dan aliran sungai. Kemudian di hulu juga harus dibenahi agar bisa dimanfaatkan dengan baik saat air terdistribusi. Semisal, upaya penghijauan dan menjaga sumber air," tandas Yuliarto.(S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved