Calon Bupati Janji Naikkan Gaji Tenaga Honorer, Kurangi Acara Seremonial

Januari Hutabarat
25/3/2018 20:31
Calon Bupati Janji Naikkan Gaji Tenaga Honorer, Kurangi Acara Seremonial
(MI/Januari Hutabarat)

CALON bupati Tapanuli Utara, Sumatra Utara, dari jalur nonpartai Chrismanto L Tobing menjanjikan menaikkan honor tenaga kontrak dan pengajar honorer dan mengurangi kegiatan seremonial.

Chrismanto mengungkapkan itu saat berkampanye di Tapanuli Utara, Minggu (25/3).

Dia menyoroti honor tenaga kontrak di darah itu yang jauh di bawah upah minimum regional (UMR).

Dia menggambarkan, tenaga kontrak Satpol PP mendapatkan honor Rp1,2 juta, rumah sakit (Rp1 juta), dan tenaga pengajar SD sampai SMP (Rp500 ribu).  Sedangkan UMR di Tapanuli Utara, jelas dia, mencapai Rp1,8 juta per bulan.

Padahal, menurut Chrismanto, kinerja tenaga kontrak dan pengajar honorer tidak berbeda dengan pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, lanjut dia, tidak jarang tenaga kontrak justru lebih aktif ketimbang PNS.

"Jika kami terpilih, kami akan menaikkan honor tenaga kontrak dan honorer sesuai UMR," janjinya.

Dia menjelaskan, tenaga kontrak dan honorer di daerah itu mencapai 1.000 jiwa. Sehingga, realisasi penaikan honor itu tentu harus mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Sehingga, dia mengaku memilih memangkas kegiatan seremonial organisasi perangkat daerah (OPD.

Selain itu, Chrismanto berjanji menghidupkan kembali koperasi unit desa (KUD). Sehingga, mempermudah petugas penyuluh lapangan (PPL) tingkat kecamatan mengetahui nasib petani di desa. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya