Kementerian PUPR Revitalisasi Danau Tempe

Tesa Oktiana Surbakti
25/3/2018 12:35
Kementerian PUPR Revitalisasi Danau Tempe
(ANTARA/Dewi Fajriani)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan revitalisasi Danau Tempe yang terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Wajo, Soppeng, dan Sidrap, dengan luas 13.000 hektare.

Danau ini merupakan salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia yang akan dilakukan revitalisasi. Sebelumnya, kondisi Danau Tempe mengalami pendangkalan akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi, dan okupasi lahan.

Tumbuhnya eceng gondok merupakan tipikal dari danau pada daerah tropis dengan kandungan nutrient terutama nitrogen, fosfat dan potasium yang tinggi di dalam sedimennya. Dengan jumlah dan pertumbuhan eceng gondok yang cepat, fungsi utama danau terganggu dan menjadi dangkal.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sejak 2016 Kementerian PUPR tengah melakukan revitalisasi 15 danau prioritas untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai.

"Kami melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan eceng gondok, seperti halnya dilakukan di Danau Rawapening, Danau Limboto dan Danau Toba," kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (25/3).

Kegiatan revitalisasi Danau Tempe berupa pengerukan sedimen danau yang mencapai 8,58 juta m3, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis.

Revitalisasi akan menambah kapasitas volume tampungan sebesar 7,23 juta m3, dari kapasitas volume tampungan saat ini sebesar 207,66 juta m3. Dengan bertambahnya volume tampungan akan dapat memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di sekitar Danau Tempe, dari sekitar 23 ribu jiwa menjadi 30 ribu jiwa.

Revitalisasi juga dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 106% (padi–palawija) menjadi 260% (padi-padi-palawija). Selama ini lahan pertanian seluas 5.000 ha disekitar danau disuplai melalui irigasi pompa. Luas lahan perikanan juga meningkat dari 22.400 ha menjadi 23.061 ha berupa budi daya ikan nila.

Pekerjaan revitalisasi Danau Tempe dimulai sejak Desember 2016 yang dilakukan di tiga kabupaten. Pekerjaan revitalisasi di Kabupaten Wajo dilakukan oleh KSO PT Nindya dan FAF dengan anggaran Rp283,98 miliar dengan progres saat ini sebesar 23,55% dan ditargetkan akan selesai pada awal 2019. Luas area pengerukan di Kabupaten Wajo mencapai 242 ha dengan volume pengerukan sebesar 2,87 juta m3.

Di Kabupaten Soppeng, pekerjaan revitalisasi dikerjakan oleh kontraktor KSO PT Bumi Karsa dan SAC Nusantara dengan anggaran Rp284,8 miliar. Pekerjaan yang dilakukan berupa pengerukan seluas 289 ha dengan volume pengerukan 2,81 juta m3. Saat ini progres fisiknya sebesar 18,57%.

Selanjutnya, di Kabupaten Sidrap, revitalisasi dilakukan KSO PT PP-BRP dengan anggaran sebesar Rp281,61 miliar dan ditargetkan selesai pada awal 2019. Luas area pengerukan di Kabupaten Sidrap mencapai 227,53 ha dengan volume pengerukan 2,9 juta m3. Saat ini progres revitalisasi sebesar 14,59%. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya