Pemuda Lintas Iman Rajut Kebhinekaan dengan Tolak Politisasi Agama

RO/Micom
24/3/2018 17:43
Pemuda Lintas Iman Rajut Kebhinekaan dengan Tolak Politisasi Agama
(Istimewa)

PEACE Train Indonesia 4 Jakarta-Bandung dilaksanakan pada tanggal 23-25 dengan membawa misi perdamaian.

"Salah satu tujuan pelaksanaan Peace Train Indonesia 4 ini adalah merangkul kaum muda supaya ikut berkontribusi pada kerja-kerja merajut kebhinnekaan. Juga untuk menstimulai gerakan-gerakan sejenis di kota yang dikunjungi agar tidak merasa sendirian."

"Bandung terpilih menjadi salah satu destinasi karena bandung sedang menghadapi sentimen keagamaan untuk kepentingan politik dan daerah yang rentan dengan kelompok-kelompok intoleran." Demikian penjelasan Anick HT, salah satu penggagasnya, pada konferensi pers yang diadakan di Gereja Kristen Pasundan Gunung Jati, Bandung.

Hal yang sama diungkapkan oleh Lioni, direktur SEKODI, salah satu lembaga penyelenggara. Ia juga mendorong program ini bisa berkelanjutan, dan semua peserta bisa mentransformasi nilai-nilai perdamaian yang dieplajari dan tidak sebatas dalam kelompoknya saja.

SEKODI juga menantang para anak muda dan mengajak untuk keluar dari zona nyaman untuk bisa berdialog dan terbuka satu sama lain untuk bisa melakukan kegiatan bersama.

"Jangan melupakan dengan yang berbeda dan yang berlawanan dengan kita. Justru yang berbeda harus dirangkul supaya bisa bersatu. Ini juga sudah dilakukan oleh SEKODI, dan lumayan berhasil", tambah Lioni.

Jakatarub dan Bhinneka Nusantara yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut juga mengomentari kerentanan Bandung menghadapi tahun politik 2018.

"Persatuan Indonesia memang sangat membutuhkan adanya dialog. Dan dialog yang dibutuhkan bukan sekadar dialog formal antar-elite tokoh agama, namun dibutuhkan dialog keseharian seperti dalam program ini," ungkap Risdo Mangun, Sekjen JAKATARUB.

Respons dan dukungan positif juga datang dari tuan rumah yaitu Gereja Kristen Pasundan (GKP) - yang diwakili oleh Pendeta  Kristian Siswanto.

"GKP juga konsen dengan perdamaian dan pluralisme. Program ini adalah program yang sejalan dengan GKP Bandung. Karena saat ini keragaman itu sudah menjadi bahan isu untuk kepentingan politik. Di Jawa Barat ini sudah mulai terjadi intimidasi. Misalnya ada rumah ibadah yang tidak boleh melakukan ibadah. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya.

Dalam sesi jumpa pers ini semua pihak sepakat bahwa isu-isu radikalisme harus dicegah dan semua harus menyebarkan perdamaian dengan kreativitas para pemuda. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya