Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGSI korban konflik yang berasal dari sejumlah negara berunjuk rasa di Penampungan Imigran, Wisma YPAP, Jalan Bunga Cempaka, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatra Utara.
Dalam demonstrasi pada Kamis (22/3), mereka menuntut agar segera diberangkatkan ke negara ketiga.
"Kalau sakit kami bayar sendiri ke Rumah sakit. Kami tidak difasilitasi jika penyakitnya tidak darurat," kata Khaleed Muhammad, pengungsi asal Sudan.
Para pengungsi juga sudah merasa jenuh selama berada di penampungan karena gerak mereka terbatas. Mereka juga tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga. Setiap bulannya mereka hanya mengandalkan dana dari International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai lembaga yang menaungi mereka.
Untuk pengungsi dewasa mendapat dana Rp1.250.000/orang. Untuk yang masih berusia dibawah 16 tahun, mereka mengaku hanya diberikan Rp500.000/orang. Dana itu tidak mencukupi untuk kehidupan mereka. Apalagi untuk menyekolahkan anak mereka.
Ada sekitar 500 pengungsi yang tinggal di Wisma YPAP. Di antaranya berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritrea, dan Afrika Selatan. Para pencari suaka tersebut sudah tinggal di pengungsian sekitar delapan tahun meninggalkan negara mereka yang dirundung konflik.
Kasi Ketertiban dan Keamanan Rudemin Imigrasi Kota Medan Andi Brian mengatakan, beberapa pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Namun kepastian kapan pengungsi lainnya akan diberangkatkan ada di UNHCR."Mereka ingin kepastian berapa lama lagi tinggal di Indonesia. Kepastian itu hanya ada di UNHCR," katanya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved