Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Lampung menjadi provinsi keempat dengan tingkat potensi radikalisme tertinggi di Indonesia.
Kapolda Lampung Irjen Suntana mengatakan, berdasarkan survey Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) pada November 2017, lima provinsi dengan radikalisme tertinggi adalah Bengkulu (58,58%), Gorontalo (58,48%), Sulawesi Selatan (58,42%), Lampung (58,38%), dan Kalimantan Utara (58,30%).
"Tugas seluruh masyarakat Lampung untuk menjadikan 58,38% ini hilang atau malah makin berkembang," katanya.
Menurut Suntana, masukanya Lampung dalam jajaran wilayah potensi radikalisme di luar dugaan banyak pihak. Karena selama ini pergerakan kaum radikal tersebut tidak begitu menonjol. Namun seteleh diselidiki, terdapat 101 orang di Lampung yang terindikasi sebagai simpatisan Islamic State (IS) yang tersebar di 11 kabupaten.
"BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme membuat satu penelitian di beberapa wilayah. Di luar dugaan ternyata Lampung salah satu dengan potensi yang tinggi. Beberapa pelaku terorisme juga ada yang berasal dari Lampung," ujar Suntana kepada wisudawan Universitas Lampung di Bandar Lampung, Rabu (21/3).
Suntana menambahkan, kebanyakan pelaku tindakan radikalisme memiliki latar belakang pendidikan menengah. Yaitu lulusan SMA (63,6%), drop out atau dikeluarkan dari perguruan tinggi (5,5%), dan lulusan perguruan tinggi (16,4%).
Strategi penyebaran ideologi radikal, jelas dia, dilakukan melalui komunikasi langsung, perkawinan, kegiatan dakwah, penerbitan buku, jalur pendidikan, dan media internet.
"Sasaran umumnya adalah anak-anak muda yang cenderung mudah menerima doktrin," ujarnya.
Sehingga, tambah Suntana, pihak perguruan tinggi harus terus mengawasi setiap kegiatan mahasiswa yang mencurigakan. Sebab, menurut Suntana, mahasiswa banyak menjadi sasaran penyebaran ideologi radikal melalui aktivitas dakwah di kampus.
"Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kekeresan. Saya sangat tidak setuju jika Islam diidentikan dengan terorisme. Tapi memang banyak yang memanfaatkan aktivitas dakwah ini," kata Suntana.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Lampung Karomani menjelaskan, Universitas Lampung telah melakukan kerja sama dengan Polda Lampung untuk melakukan pembinaan berkala kepada para mahasiswa.
Menurut Karomani, kerja sama itu efektif mencegah paham radikal yang mengarah pada terorisme tersebut masuk ke lingkungan kampus.
"Sangat efektif, kami tidak hanya kerjasama untuk pencegaha radikalimse saja, tapi juga pencegahan narkotika, hate speech, berita hoaks, dan bentuk kejahatan lain yang dapat merusak," ujar Karomani. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved