Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Sumatra Selatan merilis sepuluh tersangka perusakan Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara di Palembang, Rabu (21/3), mengatakan perusakan ini berawal dari kepala sekolah Afifuddin, 54, datang ke rumah Usmanadi, 43.
Menurut Zulkarnain, Afifuddin menceritakan banyak warga yang tidak setuju dengan revitalisasi kapel tersebut.
"Afif mengenal Usmanadi dari Kepala Desa Rantau Alai Ogan Ilir Aswin, 45," katanya.
Kemudian, lanjut Zulkarnain, Usmanadi bersama Aswin mengatur strategi. Usmanadi juga meminta uang Rp2 juta kepada Aswin untuk mengumpulkan orang dan membeli makanan dan minuman.
Lalu, sambung Zulkarnain, pada 7 Maret tersangka Usmanadi menemui tersangka lainnya yakni Anwari, 39, dan Yusri, 39, untuk melakukan aksi. Kedua tersangka setuju. Usmanadi kembali menghubungi Aswin dan Afif untuk membayar uang sebesar Rp2 juta.
Kemudian, pada pukul 23.00, Usmanadi, Anwari, dan Yusri bertemu dengan IR (buron), Irwan, 36, Wahri, 45, Wan Guduk (buron), Mara Halim, 39, Panhar, 29, dan Haryono, 31, dan berangkat menuju kapel.
Setiba di lokasi, jelas Zulkarnain, barang di dalam Kapel dikumpulkan lalu dibakar, dinding kapel dihancurkan menggunakan palu besar. "Ada beberapa barang pun dicuri seperti pompa air di belakang kapel," ujarnya.Setelah aksi tersebut, para tersangka langsung kabur hingga ditangkap di tempat terpisah. "Untuk Usmanadi, Aswin, dan Afif menyerahkan diri ke kantor polisi setempat dan mengakui perbuatan mereka," terang Zulkarnain. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved