KNKT Terkendala Investigasi Kecelakaan Pesawat di Cilacap

Liliek Dharmawan
21/3/2018 16:26
KNKT Terkendala Investigasi Kecelakaan Pesawat di Cilacap
Sejumlah perwira TNI dan Polri memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Kolonel Penerbang MJ Hanafie, korban kecelakaan pesawat latih, di RSUD Cilacap, Jateng, Selasa (20/18).(ANTARA/Idhad Zakaria)

TIM Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkendala dalam menginvestigasi kecelakaan pesawat latih jenis Super Decathlon di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) yang menewaskan pilot Kolonel Pnb MJ Hanafie.

Investigator KNKT Chaerudin di Cilacap, Rabu (21/3), mengungkapkan tim KNKT belum menemukan alat pengukur kecepatan maupun ketinggian karena kondisi pesawat juga hancur berantakan. "Inilah salah satu kesulitan yang kami alami. Kami juga belum menemukan alat pencatat kecepatan maupun ketinggian terbang. Di sisi lain, pesawat jenis semacam ini tidak mempunyai black box," jelas Chaerudin saat ditemui di Bandara Tunggul Wulung.

Ia mengungkapkan pesawat yang digunakan oleh mendiang pilot Hanafie masih layak terbang. Pesawat tersebut secara periodik dilakukan perawatan.

"Secara umum, kami masih bekerja dan belum dapat menyimpulkan apa penyebab pesawat tersebut jatuh. Sebab, untuk memastikan penyebab pesawat jatuh, KNKT memiliki waktu hingga satu tahun. Sehingga, masih cukup waktu untuk mengungkap penyebabnya. Kalau saat sekarang ditanya, jelas belum ada kesimpulan," ungkapnya.

Seperti diketahui, pesawat latih jenis Super Decathlon dengan registrasi pesawat PK RTZ jatuh di Bandara Tunggul Wulung pada Selasa (20/3) sore. Selain menewaskan pilot, kejadian itu juga merusak sekitar tujuh pesawat dan hanggar.

Chaerudin mengatakan almarhum merupakan pilot yang sangat berpengalaman. "Almarhum adalah seorang penerbang tempur. Dalam karirnya, almarhum mampu menerbangkan berbagai macam jenis pesawat tempur di antaranya adalah Sukhoi, F 16, dan F 5 Tiger," katanya.

Instruktur Terbang Flying School Genesa Yudi Adi Saputra mengatakan, proses belajar penerbangan di sekolah tersebut dihentikan sementara. "Untuk sementara ini, masih setop aktivitasnya. Sedangkan untuk wisuda, juga masih ditunda sampai batas waktu yang belum diketahui," ungkap Yudi.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto mengatakan, bandara sudah mulai beroperasi. "Tadi pesawat Susi Air sudah melayani penumpang seperti biasa. Ada juga pesawat Pelita Air yang mendarat," tambahnya. (A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya